June 22, 2003

Pirates of Carribean

Filed under: General

Pirates of Carribean
oleh Peter Valentino

Lupakan si jagoan penantang dunia Matrix. Lupakan si cyborg seri T101. Lupakan juga kelompok detektif dan anjing coklat besarnya yang pintar memecahkan kasus misteri. Karena tidak satupun dari mereka -Keanu Reeves, Arnold Schwarzenegger, juga Sarah Michelle Gellar dkk- dapat bergeming bila harus berhadapan dengan Kapten Barbossa dan 50an kru kapal Black Pearl.

Tersebutlah pada abad ke-18, Jack Sparrow (Johnny Depp) yang menyelamatkan Elizabeth Swann (Keira Knightley), putri seorang gubernur di Pulau Karibia, yang terjatuh dari tebing. Namun bukannya mendapatkan penghargaan, Jack justru dikunci dalam penjara karena dikenali sebagai salah seorang bajak laut. Bukan sembarang bajak laut pula, melainkan seorang kapten bajak laut! Itu sebabnya, selain karena untuk mengikuti perintah calon mertuanya, yang tak lain dari sang gubernur Karibia, Komodor Norrington (Jack Davenport) menjebloskan Kapten Jack Sparrow ke penjara.

Wanita cantik biasanya memiliki nasib yang jelek. Elizabeth yang baru saja lepas dari maut tiba-tiba harus masuk ke masalah berikutnya. Berawal dari sebuah serangan membabi-buta dari rombongan bajak laut yang kejam, Elizabeth diculik untuk ikut ke perjalanan kapal Black Pearl dibawah pimpinan Barbossa (Geoffrey Rush).

Tujuan mereka adalah untuk mengambil sebuah koin emas misterius yang dipegang oleh Elizabeth. Selain itu mereka juga membutuhkan darahnya untuk menyelesaikan sebuah kutukan yang mengertikan. Seorang pandai besi, Will Turner (Orlando Bloom), yang sudah lama menaruh hati pada Elizabeth segera turun tangan, bekerjasama dengan Jack Sparrow, untuk menjadi sang penyelamat. Terjadilah kejar-kejaran plus perang kolosal antara manusia dan bajak laut yang hidup abadi.

Tidak seperti Hook (1991) garapan Steven Spielberg, Pirates of Caribbean punya semua yang kamu tunggu dari film bajak laut. Sebut aja: laut-kabut-badai, kapal-kapal bocor, perkelahian dengan pedang, ledakan kanon, timbunan harta karun, dan tidak ketinggalan burung beo yang bisa ngomong. Benar-benar khas kartun Walt Disney yang sudah ada selama ini.

Perbedaannya adalah kamu tidak akan lihat kaos putih lusuh bergaris-garis hitam, atau tangan buntung yang disambung dengan sebuah hook besar, atau juga seorang kapten yang bermata satu. Praktis, Walt Disney baru saja melanggar icon yang mereka buat sendiri demi menampilkan sesuatu yang baru dan jauh lebih realistis.

Alasan dari usaha tersebut adalah karena sutradara Gore Verbinski memiliki konsep sendiri tentang PoC. “Saya tidak mau bajak laut itu terlihat mirip dengan apa yang pernah kita lihat sebelumnya,” kata Verbinski. “Setelah membaca banyak sumber, saya menemukan bahwa pada jaman itu, semuanya terlihat jorok. Jadi salah satu hal yang paling penting adalah tentang gigi. Kalo bisa menghasilkan gigi yang tepat, barulah film itu jadi bagus.” sang sutradara melanjutkan sambil tertawa.

Dan dia benar-benar serius melakukannya. Contohnya, Johnny Depp memakai lapisan khusus di keempat giginya, masing-masing dengan emas 14 karat, 18 karat, 22 karat, dan terakhir platinum. Itu baru lapisan yang bagus saja. Tim kreatif masih harus mendandani puluhan gigi para aktor sehingga terlihat hitam, kotor, ataupun busuk. “Begitu seriusnya kami mendesain, sejumlah gigi bahkan benar-benar terlihat busuk dan bau!” celoteh Verbinski. Siapapun yang menonton film garapannya tahun lalu, The Ring, pasti tidak meragukan lagi ketajaman insting horor dan fantasi visualnya.

A Ghost Story
Hal yang menarik adalah level yang diberikan oleh asosiasi perfilman amerika. Ini adalah film PG-13 pertama yang diproduksi oleh Walt Disney dan level tersebut diberikan karena mengandung adegan kekerasan yang cukup banyak, yang berarti tidak cocok untuk ditonton oleh anak-anak yang belum remaja.

Black Pearl adalah nama kapal yang direbut oleh Barbossa dari tangan Kapten Jack Sparrow. Mereka kemudian berkelana dan terkutuk karena mengambil harta karun emas Aztec. Ganjaran yang harus mereka terima adalah menjadi mayat hidup, tidak bisa merasakan sakit atau lapar atau kenyang dsb, zombie berkulit dan daging lengkap yang baru berubah menjadi tengkorak ketika terkena cahaya bulan.

Setiap detil zombie tengkorak itu tidak dibuat main-main ataupun fiksional layaknya Scooby Doo. Jadi kita bisa tahu mereka tidak dibuat untuk menakut-nakuti penonton, seperti makhluk-makluk Alien dalam Evolution, melainkan memang sebagai peran yang memberikan kengerian dalam cerita.

Seandainya film ini berbentuk animasi atau kartun, tidak ada ubahnya menonton Casper and Friends atau Beetlejuice. Pertarungan pedang PoC benar-benar intense dan padat, termasuk salah seorang karakter yang terus menerus kehilangan mata kirinya, memasang dan mencopotnya seperti sebuah lensa kontak biasa. Kapten Barbossa dan rekan-rekan zombie-nya diperankan oleh aktor manusia yang dipoles dengan teknologi ILM yang canggih itu, jadi jelas di sejumlah bagian, film ini lebih ‘mengerikan’ dari film Disney lainnya.

Tapi jangan salah sangka. f:m tidak merasa film ini menyeramkan sedikit pun. Jauh lebih menegangkan melihat Elizabeth yang dilemparkan ke laut daripada teror rombongan tengkorak yang menyerang seluruh kru kapal Dauntless. Sebaliknya, PoC adalah tontonan musim panas yang menyegarkan, jauh lebih seru daripada Charlie’s Angel sekalipun, thanks to otak kreatif dari John Knoll yang mengurusi semua konsep visual effect-nya.

The Productions
Film PoC yang sebenarnya tidak memerlukan subtitle ini (The Curse of The Black Pearl) karena bukan sekuel sama sekali, sudah dikerjakan semenjak Oktober 2002. Lokasi pengambilan gambar berpindah-pindah mulai dari California, Pulau Catalina, dan Karibia sendiri.

“Kami mengelilingi kepulauan Karibia selama berbulan-bulan. Saya yakin kami sudah mengunjungi lebih dari 20 pulau yang berbeda-beda di sana. Dan hal yang menakjubkan ketika mencari lokasi yang tepat untuk film ini adalah kamu jadi sadar bahwa dunia ini sudah terlalu penuh dengan manusia” kata Verbinski. “Kamu pergi untuk mencari daerah yang sepi, bersih, tidak memiliki bangunan hotel yang akan mengganggu pengambilan gambar. Tapi nyaris tidak ada pulau yang tidak berpenduduk lagi sekarang ini. Tempat seperti itu sulit sekali untuk ditemukan.”

Setelah mendapatkan lokasi yang diinginkan, mulailah mereka mengerjakan potongan adegan-adegan yang diperlukan. Selama dua minggu awal, tim Verbinski beserta aktor harus terapung-apung di lautan, 8 hingga 13 mil dari pesisir pantai Wallilabu dan basecamp semua peralatan kru. Dengan ombak yang bisa mencapai tinggi 8 kaki, nyaris semua orang yang beroperasi harus menenggak pil pencegah mabok laut.

Keseluruhan produksi memakan waktu lebih dari enam bulan, dan total uang yang diinvestasikan hingga PoC dilepas ke pasar tidak kurang dari 140 juta dollar. Tapi semenjak dirilis pada 9 Juli 2003 kemarin, hingga kini PoC sudah mencetak total pendapatan Amerika sebesar 238 juta dollar dan diluar Amerika mencapai 30,6 juta dollar. Nilai ini masih akan terus membengkak cepat karena PoC masih berada dalam 5 besar box office, bahkan mengalahkan Tomb Rider 2, Bad Boys II, dan Finding Nemo yang kini masing-masing berada di posisi 7, 8, dan 9.

Apakah film ini akan meledak juga di Indonesia? Sangat mungkin terjadi. Film berdurasi seratus empat puluh tiga menit ini seolah-olah menjawab peluncuran UU Anti Pembajakan yang baru saja dikeluarkan oleh pemerintah. Tanpa berusaha menyambung-nyambungkan film ini dengan isu sosial, apa yang dikatakan oleh gubernur Karibia pada ujung PoC itu memang benar. Kehidupan seorang pembajak memang salah, tapi bukan berarti ia tidak dapat hidup dengan benar. Wah, apa artinya itu? Tidak tahu juga. f:m hanya sedang iseng berfilsuf ria saja. Menurut kamu bagaimana?

Facts About Pirates
- Bajak laut adalah perkumpulan demokrasi pertama yang ada di lautan bebas. Setiap anggota kapal harus mengadakan voting untuk menentukan kemana mereka hendak pergi atau kapal mana yang ingin diserang.
- Jika seseorang melanggar peraturan kapal, maka ia akan dibekali dengan sekantung air tawar dan sebuah pistol, lalu dilempar ke salah satu pulau terpencil.
- Sebuah kapal bajak laut bisa memuat delapan puluh kru. Sebagai perbandingan, kapal-kapal pejabat Inggris hanya memiliki tiga puluh kru saja. Jadi dalam perjalanannya, pekerjaan di kapal bajak laut jauh lebih santai dan ringan karena ada banyak orang yang bekerja.
- Seringkali rombongan bajak laut tidak perlu menembakkan meriam ke arah mangsanya. Mereka cukup mendekati kapal tersebut dan biasanya sang kapten kapal kolonial akan segera menyerah. Setelah itu ia akan menawarkan perjanjian khusus untuk meminimalkan jumlah kematian dan luka-luka pada awak kapalnya.
- Setiap kapten kapal bajak laut memiliki bendera khusus untuk kepemimpinannya, jadi tidak hanya ada satu lambang untuk bajak laut. Lambang tengkorak dan dua pedang yang bersilangan sebenarnya hanya milik seorang kapten bajak laut yang bernama Calico Jack Rackam.

*******
published in FUSION:MAGZ

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://truegossiper.blogsome.com/2003/06/22/pirates-of-carribean/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>