February 26, 2004
Kayaknya gue bakalan semi-hiatus blogging for a while, soalnya lagi semangat banget di community yang gue and temen-temen bangun,
Outcasts Comm. Officially it was just lauched 20 February 2004 kemaren (6 hari), tapi sampe titik gue ngetik ini, udah ada total lebih dari 1200 posting di sana. That’s 200 posts on average per day! Seru banget.
Outcasts Comm. A new christian community in town. It’s not like any typical christian community. Ya gue tau itu terdengar klise, semua web/media juga bakalan ngaku gitu, but let be assured, this is THE REAL THING. If you have passion for Christ, you would really like to join this wonderful family. Enough said, just check it out, okays? And don’t forget to spread the news elsewhere..
Gue ngga full-hiatus karena sebenernya bisa aja tiba-tiba back blogging again. Gue cuma jadi ga sempet blogging karena ada beberapa thread di Outcasts Comm yang bener-bener take my time banget and I really enjoy them. So untuk sementara ini, you can find me there, okays? See ya.
February 21, 2004
Atas Nama Cinta
by Peter Valentino
Beberapa waktu yang lalu ini Ari Lasso dan Dewa mengadakan konser bareng, sekaligus bentuk afirmasi terhadap massa bahwa mereka masih saling bersahabat (sehubungan Ari yang hengkang dari Dewa untuk bersolo karir), dengan judul Atas Nama Cinta. Tapi kali ini saya tidak hendak ngobrol tentang musik tersebut. Saya hanya sekedar meminjam judulnya saja untuk berbicara dari hati ke hati tentang perilaku cinta. Mudah-mudahan saya tidak dituntut…
Saya tidak perlu memusingkan diri dengan apa itu cinta, atau cinta versus kasih versus asmara, atau ribuan pengertian lainnya yang sering diangkat dalam buku seri Love Sex and Dating, karena saya percaya kamu semua sudah tahu banyak tentang LSD tersebut dan seluk beluknya, mungkin jauh lebih dari saya. Fokus saya bukan pada ‘apa’ (what), melainkan ‘bagaimana’ (how). Bila what berbicara tentang definisi, maka how berbicara tentang proses. What berpikir tentang tujuan dari cinta, how mengeksplorasi bahasa cinta. What duduk dan bercerita tentang sifat cinta, how berdiri dan mengijinkannya berbuah.
Love will bring you back. Cinta akan membawa kamu kembali. Saya tidak bisa memahami pergumulan apa yang sedang kamu alami, tapi cinta pasti mampu memulihkan segala kepenatan yang ada, luka-luka yang tersisa, dan harapan yang terputus dalam sebuah hubungan.
Ketika melihat seekor induk burung menyodorkan paruh penuh cacing kepada anak-anaknya yang berciap-ciap kegirangan, hati kamu pasti bergetar dengan kehangatan. Kepakan sayap anak-anak burung itu seakan-akan bertepuk merayakan kedatangan seorang pahlawan. Getaran kehangatan yang dirasakan tentu akan berbeda pada setiap pribadi, namun ia selalu ada untuk memberikan kamu cukup dorongan bahwa kamu tidak sendirian. Cukup kepastian bahwa penantian kamu tidak akan sia-sia dan sang harapan akan segera muncul dengan makanan yang lezat di sela-sela paruhnya. Cukup tenaga untuk terus bangkit dan menengadah ke atas. Cukup kekuatan untuk bertahan pada mimpi kamu, bukannya tinggal di kubangan penyesalan dan mengasihani diri.
Kamu bisa berlari dengan kondisi yang fit dan dinamis. Kedua tangan kamu kembali terentang lebar, siap untuk menghadapi tantangan berikutnya. Perlahan tapi pasti, kamu kembali seperti sediakala, diri kamu yang sempurna. Sadari bahwa cinta itu ada dimana-mana sehingga kamu dapat kapan saja meraihnya demi menjadi prima dalam hubungan kamu. Ingat kapan terakhir kamu berada tinggi di awan-awan karena cinta? Kamu kini bisa kembali ke sana. Love will bring you back.
Love speaks in tongues. Cinta berkomunikasi dalam bahasa-bahasa yang baru. Hendra dianggap pemberontak oleh sang ibu karena memilih berpacaran dengan wanita yang berbeda ras dengannya. Tak terhitung berapa kali Hendra maupun pasangannya itu diterpa dengan kata-kata panas, namun mereka tetap berjalan dengan tenang. Mereka pun tidak berusaha berargumen dengannya. Mereka terus berkomitmen satu sama lain, melewati badai yang rasanya semakin keras tiap hari, hingga sampai waktunya sang ibu terdiam dan mengalah.
Cinta mereka berbicara dengan teks yang tak terucapkan: kesetiaan. Rani, gadis berusia 18 tahun, harus berpisah dengan kekasihnya yang mendapat tugas wajib militer selama lima tahun. Dengan hati yang sangat berat, Rani memeluk pasangannya itu layaknya pertemuan terakhir, lalu menciumnya. Kecupan yang ringan namun hangat, bahasa yang belum bisa dituliskan siapapun itu, akan selalu terkenang dibenak dan hati sang pria, menjadi kekuatannya untuk bertahan semaksimal mungkin agar dapat kembali dan melanjutkan cinta mereka.
Lando dan Putri telah menikah selama 50 tahun. Tidak ada satu pun kebahagiaan maupun kedukaan yang belum pernah mereka rasakan. Bahkan sampai usia yang sekarang ini, mereka masih suka jatuh ke dalam perselisihan yang padat. Walaupun begitu, cinta mereka tetap membara, berbicara lewat kesehatian yang telah teruji selama bertahun-tahun, sama seperti pada saat mereka saling mengucapkan janji pernikahan. Kesetiaan, kecupan, kesehatian.
Hanya segelintir contoh yang teramat pendek dari jutaan bahasa-bahasa baru yang dapat cinta sampaikan. Bahasa yang masih belum bisa terucapkan dengan jelas ataupun dimengerti cara kerjanya, namun benar-benar nyata khasiatnya. Hal-hal indah apa saja yang pernah kamu dapatkan dari orang-orang yang dekat dengan kamu? Bisakah kamu menyampaikannya dengan sederhana dan singkat? Tentu sulit. Love speaks in tongues.
Love knocks at your door. Cinta mengetuk pintu kamu. Tidak ada yang dapat cinta lakukan bila kamu tidak membukakan pintu baginya. Seorang suami tidak mungkin menceraikan istrinya bila ia terus membuka hatinya terhadap cinta. Seorang ayah yang membuka lebar-lebar ‘gerbang’ cintanya akan mampu bersikap bijaksana, bukannya memaki-maki, pada anaknya yang ketahuan terlibat obat-obatan terlarang. Seorang wanita yang pernah dilecehkan semasa mudanya dapat menjadi pasangan yang baik bila ia mengijinkan cinta yang memaafkan berdiam di luka masa lalunya.
Memang semuanya tidak semudah seperti yang digambarkan di atas, namun hal tersebut benar-benar akan terjadi bila ia tidak terkekang di luar pintu hati kamu. Ia bagaikan pribadi yang lembut, begitu sopan sehingga tidak memaksa orang untuk menerimanya. Jadi bila kamu sedang mengalami sebuah pergumulan hubungan, pertajam pendengaran kamu akan bunyi ketukan. Dia sedang ada diluar. Kamu tidak bisa menjadi kuat dan bijaksana lewat cerita-cerita tentang cinta yang didengar dari orang lain.
Dia harus diijinkan masuk menjadi bagian dari sistem kamu, baru ia dapat mempengaruhi pemikiran kamu, mengikis kenegatifan yang ada, dan menebarkan harapan-harapan baru. Cinta akan terus mengetuk dan mengetuk dan mengetuk sampai kamu membukakan pintu baginya. Bahkan dalam tahap awal mencari sebuah hubungan pun, kamu harus memulainya dengan membuka pintu hati kamu. Tidak ada gunanya berdekam di kegelapan pojok hati kamu, sambil berharap-harap suatu saat akan datang hubungan yang indah. Love knocks at your door.
February 20, 2004
Buckle up, here’s the report for Valentine event tempat gue nyanyi kemarin. Kenapa ‘Minority’? Karena rasanya ini bakalan pendek, ga banyak yang bisa diceritain. Kita liat aja, okay?
First thing’s first, gue lupa cerita kalo itu bukan acara show atau party gitu, melainkan acara bazaar. Awalnya gue ngeduga itu acara pameran, so kita nyanyi jadi filler musik gitu, model di SOGO. Ternyata ga meleset jauh sih. Bazaar Valentine.
Gimana sih kalo bazaar, ya kita nyanyi buat diri sendiri aja, ngga ngarep ada orang yang dengerin. Plus bazaar yang ini sangat-sangat-sangat gersang. Kalo ngga salah cuman ada 10 counter yang ikutan tuh acara, so populasi pengunjung juga minim banget. Kita nyanyi tuh kayaknya bukan buat ngehibur pengunjung, tapi buat penjaga counter-counter itu yang kecewa bazaar nya tidak seperti dugaan mereka. XD
And tentang tempatnya, ada yang udah pernah ke ITC? Standar kok bentuknya, lorong-lorong dengan kamar counter yang saling berhadapan. Kalo yang ini gue emang salah duga. Gue pikir kita bakalan ditempatin di lantai dasar yang rame pengunjung. Soalnya pihak yang manggil kita juga sempet bilang gitu. Kenyataannya ada perubahan mendadak, ngga tau alasannya, and kita ujung-ujungnya ada di lantai 4 yang sangat sepi dan jauh dari jangkauan orang. Malah kayaknya orang ga tau ada sesuatu di lantai itu…
Ga pake panggung. Cuman set empat speaker sederhana, dua keyboard, dan dua mike. Di tanggal 12, kita start nyanyi jam stengah 4 ampe stengah 7 malem, and tanggal 14 dari jam 3 ampe 6. Waktu hari yang pertama, ada kejutan banget! Wolf dateng. Waaaaa, ngga nyangka. Sempet nongkrong sekitar satu jam, terus dia balik. Thanks banget, man. Sayang lo ngga ngajak cewek buat dikenalin ke gue. XD
Nyanyinya sih ngga tiga jam terus-menerus. Tiap nyanyi dua set lagu, kita break 5 menit. Kadang-kadang sampe 10 menit, sengaja gue kabur jalan-jalan nyari DVD. Hehehe. Abis ngapain coba serius nyanyi kalo ngga ada pendengar yang serius juga? So kita emang bener-bener kayak di rumah sendiri deh. Nyanyi-nyanyi sambil becanda. Ngobrol sana-sini. Santai lah. Kagak ada imej lagi manggung sama sekali. ^^
Kecewa? Sedikit. Soalnya gue agak ngarepin bisa ngeliat cewek-cewek cakep. LOL Apalagi pas untuk hari kedua gue dikasih set lagu-lagu Glenn. Dulu banyak temen yang bilang suara gue sejenis ama dia, so Santi (partner nyanyi kmaren) yang emang temen SMA gue langsung nyuruh latihan tuh lagu-lagu itu. Hasilnya memuaskan banget, pas nyanyi itu banyak yang dateng, tapi begitu selesai langsung sepi lagi lokasi bazaar nya. Payah deh.
But it was very much fun. Why? Karena gue (and Santi) bisa nyanyi seenaknya, trus dibayar lagi! Ga peduli ga banyak yang dengerin, malah jadi enak soalnya ga ada pressure apa-apa. Asyik banget. Pas tuh Sabtu, pulang dari ITC, gue banyak senyum-senyum sendiri makan gaji mentah. LOL Yups, that was soooo kewl. Plus pihak manajemen ITC juga bilang bakalan kontak kita lagi dalam waktu dekat ini untuk event lainnya. Wooo! Top abiiiies.. d(^^)b *end of report*
Ternyata panjang juga yach? Hehehe. Oh ya, gue juga mo say thanks to all bloggers yang kasih input and support. You guys are the best. Thanks yaaach.. Buat kadonya, enjoy TG’s first ever public photo di atas itu. ^^
February 14, 2004

Yes, ain’t it sweet, uh? Di tengah-tengah orang lagi pada sibuk ama ribuan kutipan romantis, coklat, boneka teddy bear dan bunga mawar, it would be wonderful to see someone, or better a couple!, using my tshirt design above.
I hate Valentine’s Day. It’s a fad. A globalized whoring time where we are supposed to spoil our beloved ones with dramatized manner. Orang bilang VD itu kesempatan buat ngerayain cinta, but apa enaknya sih ngerayain dengan cara yang sama? Love should be special, tapi apanya yang spesial kalo ternyata di seluruh dunia orang lagi bergombal-gombal ria juga? Doh!
Love doesn’t need any special day, kalaupun mau ada, ya mungkin jauh lebih baik itu adalah hari waktu jadian or married dulu. Hari itu jauh lebih berkenang dan memang ada maknanya yang patut dirayakan. Bukannya intermezzo cinta selama 24 jam dimana situasi diatur supaya bermakna seperti yang diajarkan tradisi VD selama ini! That’s not a celebration. That’s a terrible disrespect to the wonderful meaning of love!
Moreover, VD playes another money game in forms of fancy suits, chocos, books on love and relationship, flowers, Kodak, heart balloons, romantic SMS, postcards, dinner, pair necklace/earring/wristband/etc, teddy bears, and any other things with kinky pinky lines. Semuanya harus berhubungan dengan merogoh dompet jauh lebih banyak daripada hari-hari biasanya. Gue sering denger ada orang bilang, “Valentine kan ga perlu ngasih hadiah mahal-mahal. Yang penting kan romantisme give and take nya..” Yeah right! *rolls eyes*
So what is VD? VD is the matrix, a systemic mind program built to simulate a perfect 24 human hours time for transfigurating the consequence of the grotesqueries imperfection of love inherent in every human actions throughout the whole 364 days. While this program functioned, it is fundamentally flawed, thus creating the otherwise contradictory systemic abuse to the free-will of every human couple. Those that refuse the VD program would constitute an escalating probability of feeling unworthiness and incompleteness in their love life. Ergo, failure to comply with this program will result in a cataclysmic decline of intimacy, coupled with the extermination of belongness, that will result in the extinction of the whole ongoing relationship.
Nah tuh, gue juga pusing ngarangnya. XD Pendeknya, Valentine’s Day adalah budaya semata yang lebih memperbudak manusia daripada memberikan kesenangan. Love is about you and your lover, so just keep it that simple. You don’t need to invite St. Valentine and other pinky gadjets to add to your party of love. Don’t celebrate Valentine’s Day. Just celebrate your love.

ps. please email me before posting/using this tshirt design elsewhere.
February 12, 2004

Tegang nih. Practically kita baru latihan sekali, itupun cuman satu jam lebih dikit. Kagak semua lagu bisa di set sempurna, malahan ada beberapa yang masih belon dites sama sekali.
Persiapannya kelewat minim! X_X Ga tau deh gimana jadinya nanti.
Trus mendadak ada perubahan schedule acara juga. Tempat dipindah jadi ke lantai 4, ITC Kuningan, and acaranya jadi dimulai jam 3 siang. Total-total kita diminta nyanyi (plus break games etc) ampe jam 6 sore. Yikes! Tiga jam?! Lama banget, apa tuh set lagu cukup yach?
Geez, yang kepikiran ama gue cuman satu: kita bakalan malu-maluin diri sendiri nih nanti. Aduwh, gue ga mau kepikiran gitu, tapi gue tuh perfectionist banget, so kalo ngeliat progress event yang kayak begini, pusing tujuh-seperempat keliling gue! Partner duet gue yang udah biasa manggung di kafe sih keliatannya santai-santai aja.
Tapi ya sudahlah. Pasrah aja kali yah? Lets see what happen. Misalnya acara hari ini ada yang miss, mudah-mudahan bisa segera diperbaikin buat acara yang tanggal 14 nantinya. I’ll give my best, and I’ll have no regrets at all.. *berusaha optimis*
Anyway, BIG NEWS NIH, tadi gue di Plaza Senayan ga sengaja ketemu ama Audy!!! Waaaaa… surprise banget. Cuanteeek kabeeeh. And she looks taller than her onscreen look. Aduwh, gue ga bawa pulpen or anything buat minta tanda tangan, so pas dia papasan ama gue, gue cuman bisa bengong bego aja, sementara di belakang dia ada Kriz yang ngedip-ngedip ke arah gue. Audy herself, sepuluh inchi dari gue. Jadi keinget lagi pengen duet ama doi. Kebetulan juga di set list gue nanti nih emang ada lagu Terpesona, duetnya dia ama Glenn yang kmaren itu.
Huhuhu, mungkin ga ya tiba-tiba aja dia nanti, ato tanggal 14 besok, maen ke Kuningan and ikutan nimbrung nyanyi bareng gitu. *mimpi* Kalo dipikir-pikir, kok kayaknya ini semua emang ada hubungannya. Beberapa hari lalu ngga sengaja ngeliat performance dia. Trus besoknya gue ditelpon diajak ngisi acara di acara Valentine. And barusan sore ngeliat Audy lagi di PS.
Is it too much me hoping to see her again at ITC later this evening and on Saturday? Huhuhu. *mimpi lagi* I just wish. I just wish. I just wish.
February 8, 2004
UPDATED 10FEB - 09.12 AM
Barusan dapet keyboardist and kita latihan jam 10 nanti. Mudah-mudahan semua set lagu bisa kesusun rapi. Oh ya, ada yang mau request lagu? XD
Udah pernah liat live concert John Mayer? Kemarin gue barusan dipinjemin DVD konser dia di Birmingham 2002. Sebenernya sih baik skill dan komposisi lagu dia biasa aja. Gue juga ngga nge fans ama dia. Tapi performance nya itu yang attract me so much. Yang pernah liat video klip nya di MTV pasti ngerti maksud gue.
John Mayer’s stunningly expressive. Dia ngga belaga sok ganteng or cool kayak Justin Timberlake, P. Diddy, 50 Cent, etc. Ataupun penuh dengan tarian-tarian koreografi lagak boybands.
Doi cuman playing the music and enjoying every bit of it. Malah kalo mau gue kasih istilah, John is making love, ergo having sex, to its music. Something yang jarang banget gue liat di artis-artis sekarang ini. Walaupun gue sempet bosen setengah mati ngikutin tujuh belas track yang ada di DVD itu (karena gue ga begitu into his songs), but kalo ngeliatin ekspresi performance nya, gue jadi balik seger lagi. So inspirational. I hope he stays that way. Coba cari deh DVD nya, yang bajakan juga ada kok.
Anyway, tanggal 12 and 14 Februari 2004 nanti gue ada job nyanyi buat acara Valentine di ITC Kuningan. Jadi ceritanya duet gitu ama temen gue, diringin keyboard. Gue ngga ngerti sih acaranya kayak gimana. Ga kebayang sama sekali soalnya yang ngajak tuh temen gue and sampe sekarang gue belon nanya lengkap ama dia tentang acaranya. Yang gue tebak sih kayak semacam filler music di acara pameran gitu.
Playing music and singing is always my greatest dream, tapi waktu kmaren tiba-tiba ditelepon temen diajak manggung lagi, wah deg-deg-an ga jelas deh. Seneng. Takut. ^^ Abis gimana yach, gue ngga PD ama suara gue.. especially untuk ukuran nyanyi solo. Kalo ngeband sih gue berani, tapi kalo solo/duet, waaaaaaa.. ga tahan pressure nya tuh. Suara gue kayaknya standar aja and tambah hari kayaknya tambah biasa-biasa aja.
Most of the time kalo lagi manggung solo, my head is like, "Is this good, is this good, is this good?" sampe-sampe gue jadi kagak bisa enjoy either the music or the performance. Most of the time the show turned out great and kecemasan gue itu ngga beralasan sama sekali. Tapi tetep aja ngga bisa ngilangin perasaan ngga PD itu setiap kali perform berikutnya. Huhuhu. Payah yach?
And now, on 12 & 14 February, lies another anticipated but dreadful chance of performing again. Cemas banget. Apalagi belon latihan sama sekali ampe sekarang ini. Why? karena belum ada keyboardist nya. Udah coba kontak keyboardist band Kriz, tapi dia ga bisa. Trus juga anak band Lilikh, dia juga ga bisa. Uh, gue ngga tau lagi siapa nih.
Seandainya latihan sering, mungkin bisa sedikit ngurangin kecemasan gue. Tapi ini tinggal 5 hari lagi! Sumpah panik nya ngga ketolongan. So people, ada yang bisa bantuin ga nih? Set lagu nya belon disusun, tapi kemungkinan campur deh lagu-lagu evergreen, oldies, dan modern love songs gitu. Mmmm, kalo emang ada yang bisa, kontak gue secepatnya ya. Kan ada nomor HP gue tuh, kirim sms aja.
It’s been a long time since my last solo/duet performance, and I do hope I won’t flunk out at the show then. Malah kalo bisa, pengen making love with the music kayak si John Mayer. Wish me zillions of luck okay? Oh yah, kalau ada bloggers yang iseng dateng ke ITC Kuningan tanggal 12 and 14 itu, please spare sometime to say hi to me after or before the show yach. ^^
February 3, 2004
Hari minggu kmaren ini gue full seharian di rumah, jadi couch potato abis, alias tongkrongin acara-acara di tv. Pagi sampe siang acara MTV tuh keren-keren banget, ada lebih dari empat segmen tentang Blink182 and they gokil abis! *gokil? i don’t even know what it means, but it sure made me look gaul XD*
But semenjak sore, mulai deh semua stasiun basi banget. Gue tinggalin tuh tv and baru balik lagi sekitar jam 9an. Iseng-iseng klik AnTEVE. And there she was. As charming as she always be. My montoq diva, my montoq baybeeeeh… AUDY!!! ^U^
Doi lagi jadi guest star di acara akustik nya si Glenn Fredly. Wah wah wah, untuk pertama kalinya gue liat dia live show dan ternyata dia emang bisa nyanyi ya? Bukan kayak penyanyi karbitan indo lainnya. Misalnya si Shanty mantan VJ MTV itu. Totally sux. Cuman modal tampang and bisa dance doang (itupun pas-pasan), kalo nyanyi super fals!!! Mati aja deh loe!
Ada lagi Nafa Urbach, si Britney wannabe. Ini dia nih seleb indo yang paling pengen gue cincang abis jadi banyak, sesuai dengan profesinya yang rakus banget: bintang iklan, bintang sinetron, bintang musik… Yuck! Persis banget anak kecil yang suka gonta-ganti maenan, padahal punya satu pun ga bener-bener keurus.
And masih ada satu lagi, yang paling gue benci belakangan ini. Agnes Monica. Si ABG hybrid yang campur-campurin semua gaya Britney, Pink, dan Christina Aguilera. Oke you mungkin sekarang jadi bintang serba bisa, tapi apa masih perlu ditambah dengan lagak-lagak loe yang sok nge punk murahan itu?! Yah, itu dia. Murahan banget loe…
Rata-rata soloist cewek indo tuh kayak gitu, menang di gaya and tampang doang! Sempet kepikir Audy juga begitu, soalnya dia emang nice looking. Walaupun agak sulit compare atau ngeliat influence artis lain, baik lokal maupun internasional, dalam dia, bisa diliat ada pengembangan ciri vokal antara Krisdayanti dan Reza, terutama yang terakhir itu.
Performance dia duet ama Glenn tadi malem was excellent. Ga ada bandingannya! Emang sih lagunya slow beat, kalo ga salah judulnya Terpesona.. Tapi paduan suara mereka berdua tuh klop banget. Seandainya vokal Audy jelek, pasti bakalan keliatan timpang waktu disandingin ama vokal Glenn yang pure gold gitu.
Deep down inside, gue juga pengen banget bisa nyanyi duet ama Audy! Huhuhu, kayaknya ga mungkin banget sih, tapi tetep aja gue mimpi pengen sepanggung ama doi. Apalagi kalo bisa bikin single videoklip bareng! XD Mungkin bisa kali ya kalo gue compose lagu-lagu duet and kasih ke Sony Music, sapa tau Audy bersedia nyanyiin bareng.. wa wa wa… *mimpi* Hayo hayo, yang kenal ama doi, kenalin ama gue dounks.. Nanti gue masukin deh nama elo di thank-list album gue dan dia. LOL
Btw, pose Audy yang gue pasang di atas itu keren yaaach? Kalo ada yang punya pic doi lainnya, tolong kasih tau link nya di comment or bisa juga kirim pic nya ke email gue yach.