February 23, 2005

Future Perfect, revisited

Filed under: General

Today marks a new day. A rebirth. I’m not really sure where this would lead me, I even don’t know if this is the right thing to do and the right moment for it. I just believe.

God, please hold this little guy tight…
I believe..
Amen.

February 22, 2005

Evangelism & Conversion

Filed under: General, Spiritual

Evangelism & Conversion
by Peter Valentino

Apakah evangelism sama dengan conversion? Saya yakin pasti umumnya orang akan menjawab tidak. Tapi pertanyaan saya yang lebih penting adalah, apakah pertobatan-kepada-kristus (conversion, maaf saya tidak bisa menemukan padanan indo yang lebih baik) harus selalu menjadi fokus dan finale dalam pemberitaan kabar-baik (evangelism)?

One note, saya pribadi tidak pernah, sekaligus tidak setuju, melakukan evangelism dalam pengertian keluar and menginjili strangers. Tapi bagi you guys out there yang pernah melakukannya, apakah tujuan you guys memang agar orang tersebut dapat menerima Kristus dan menjadi seorang kristiniani?

Saya sedikit tergelitik sendiri karena beberapa tahun yang lalu pernah melakukan sesuatu yang sepertinya evangelism, tapi kalo saya pikir-pikir ulang saat ini, itu tidak lebih dari sekedar aksi conversion. Pembantu rumah tangga di rumah saya yang udah tinggal sekitar satu tahun berencana untuk pulang kampung dan tidak kembali lagi. Saat itu saya berpikir beliau harus dibawa kepada Kristus, or at least diberikan kesempatan untuk memilih. Jadilah saya melakukannya, dan di malam terakhir itu dia mengucapkan doa keselamatan. “Praise God for this evangelism” pikir saya saat itu.

Tapi sekarang saya meragukan apa yang dilakukan dulu itu. Saya tidak merasa membagikan sebuah kabar ajaib ataupun personal conviction kepadanya. Ya saya bercerita tentang nasib manusia yang terjual pada dosa, tentang keterpisahan manusia dari Sumber nya, tentang kehidupan setelah kematian, tentang beberapa pengalaman pribadi juga. Tapi saya melakukan itu semua dengan maksud pada akhir sesi, saya bisa menagihnya dengan undangan pertobatan..

I was doing a strategic session, and I thought that’s exactly how evangelism’s supposed to be. Seluruh kesaksian dan omongan yang gue sampaikan di saat itu, walaupun tidak saya plan secara detil dan khusus, di package sedemikian rupa agar dapat menggugah pendengarnya pada satu titik, yakni menerima Kristus. I was trying my best to place an interest into someone’s heart. I even try to put some words into their mouth.

Bila bercermin akan kejadian itu, saya merasa rendah dan malu. That’s not evangelism, that’s conversion. Evangelism, menurut apa yang sekarang saya yakini, adalah pemberitaan kabar baik yang bisa membawa nama Kristus atau tidak menyebutkannya sama sekali. Pemberitaan kabar baik karena itu memang kabar yang sangat baik dan indah, tidak lebih, tidak kurang. I’m very much troubled that now I can’t remember anything amazing or moving at that time. With that one ‘evangelism’ act I’d done in the past, I now feel so obscene, so military, so feudal, so rapist. Memang benar saya dengan jujur dan sepenuh hati mengenalkan seseorang kepada the King of Love, tapi melalui cara yang totally rude, ignorant and unloving.

Sangat sangat memalukan. At the moment I’m writing this, I even feel disgusted.

Bertahun-tahun setelah pengalaman tersebut, saat ini saya berada pada titik yang sangat tidak nyaman setiap kali mendengar seseorang menyebut Amanat Agung dan Penginjilan. Keraguan tersebut semakin berlipat ganda setiap kali melihat gereja terjun kepada aksi-aksi sosial. Conversion pada umumnya sudah pasti menjadi agenda tersembunyi dalam kegiatan seperti itu. Tidak heran kegiatan sosial gereja selalu ditekan dan dicurigai oleh kelompok-kelompok kepercayaan lain. Menyedihkan sekali untuk kita akui bahwa kecurigaan mereka tersebut memang beralasan..

Sulit untuk mengetahui sejak kapan conversion menjadi gimmick utama dalam membagikan gospel. Evangelism adalah tentang kisah yang ajaib, layaknya dongeng negeri khayangan, penuh dengan imajinasi, emosi, dan juga sentuhan-sentuhan pengalaman pribadi. Ingat ketika Yesus bercerita tentang di rumah Bapa ada banyak tempat tinggal, atau tentang kerajaannya yang tidak ada di dunia ini, atau tentang air hidup yang tidak pernah habis-habisnya. Sense of wonder, pleasure, sensuous spiritual gratification. Kalaupun di dalamnya terdapat tawaran, ia adalah undangan untuk menikmati bersama seluruh keindahan tersebut, bukannya desakan hidup-atau-mati.

Awalnya saya menulis ini untuk sebuah diskusi, tapi entah kenapa jadi mengalir ke bentuk yang lain. Just my little rant piece in rethinking the age-old word, evangelism, which of course say nothing about me doing it, cos that would be another different story.

*******
Peter Valentino adalah seorang skeptik, peselancar spiritual, pengamat budaya, musisi, pembaca pikiran, dan penggemar Quickly Bubbletea. Begitu ekstensif dalam dunia cyber, banyak orang menganggapnya hanya mitos dalam dunia nyata. Ia juga co-founder dari Outcasts Community, rumah bagi ratusan petualang Kristus yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Untuk bergabung, kunjungi www.the-outcasts.com.

February 14, 2005

Abis duit!

Filed under: General

Gile beberapa hari ini gue boros abis. Dikit-dikit ngeluarin duit, beli ini itu lah. Dan hebat nya, ngga pernah keliatan gue beli apaan, alias most of them for makanan. Mo sekedar lunch or dinner aja pake keluar rumah ke mall gitu. Gue juga kagak ngerti dah.. It just happened. Hahaha..

So kayaknya seminggu ini gue ngga bakalan keluar-keluar dulu deh. Di rumah aja, ngebatasin diri cos kalo ngga bakalan jatuh miskin. Really couldn’t control myself. Mungkin karena belakangan ini gue lagi cukup lancar duit, and karena ngerasa bosen miskin (this is another story, hahahaha!), so gila-gilaan deh dipake buat makan.

Udah ah.. mo keluar, makan.. lho?! ^^

February 1, 2005

Goal!

Filed under: General

Ngga tau knapa milih judul itu. Pokoknya pengen aja. And itu ngga ada hubungan ama apa yang mau gue tulis berikut ini. Kmaren akhirnya jadi ketemu ama doi and bener-bener jauh dari bayangan selama ini. Less fairy, and more human. Hahahaha.. but I’m glad she’s like that. I’m glad. I’m glad.