You are not alone..
by Peter Valentino
Saya berbicara kepada kamu yang merinding melihat apa yang terjadi dengan gereja Tuhan sekarang ini karena semuanya terlihat seperti reality show belaka..
Saya berbicara kepada kamu yang seringkali menemukan diri terduduk bingung memandang kanan-kiri berjingkat dalam kehebohan ibadah yang dipaksakan..
Saya berbicara kepada kamu yang terpaku oleh rentetan kesaksian kesuksesan dari teman-teman gereja, sementara kamu sendiri jauh dari itu semua dan jadi merasa kurang beriman..
Saya berbicara kepada kamu yang selalu tidak nyaman di gereja karena setiap orang sepertinya memiliki prestasi hebat dan kamu tidak memiliki apa-apa dibandingkan mereka..
Saya berbicara kepada kamu yang merasa sering diabaikan oleh gereja hanya karena terlalu banyak bertanya dan memakai otak..
Saya berbicara kepada kamu yang kelelahan dituntut untuk pelayanan ini itu sebagai bukti pertumbuhan kedewasaan dan kecintaan kamu terhadap Tuhan..
Saya berbicara kepada kamu yang merasa dikhianati karena mereka menjadikan persahabatan dengan kamu sebagai sarana penginjilan, bukannya memang ingin bersahabat..
Saya berbicara kepada kamu yang merasa kecewa bahwa keakraban dan kehangatan yang kamu rasakan hanya sebatas hingga ada jiwa baru lainnya yang bertobat dengan luarbiasa..
Saya berbicara kepada kamu yang selalu diperlakukan sebagai orang sakit dan perlu dilayani hanya karena menolak setuju dengan beberapa poin dari pemimpin rohani kamu..
Saya berbicara kepada kamu yang sudah pegal membaca buku-buku rohani yang lebih banyak berbicara tentang siapa dan bagaimana mereka, bukannya siapa dan bagaimana kamu..
Saya berbicara kepada kamu yang terseret-seret dalam mengikuti motto, visi dan program yang senantiasa berubah tiap beberapa bulan hanya untuk hasil yang semu dan temporer..
Saya berbicara kepada kamu yang merasa nyaris seluruh kegiatan dan fokus gereja saat ini adalah untuk kepuasan masturbasi rohani..
Saya berbicara kepada kamu yang mampu melihat sebuah kebusukan yang terjadi di dalam gerejamu, namun tidak seorangpun sepertinya mau mendengarmu..
Saya berbicara kepada kamu yang bosan dengan tambalan rohani yang tidak pernah benar-benar menyembuhkan, malah menuntut kamu untuk terus datang dan memperbaharui tambalannya..
Saya berbicara kepada kamu yang kerap dibungkam ketika ingin membicarakan tentang kemungkinan kesalahan-kesalahan doktrinal..
Saya berbicara kepada kamu yang gerah selalu dicekoki bermacam nasihat rohani ketika kamu sedang ingin meluapkan gejolak emosi karena keadaan yang serba tidak adil..
Saya berbicara kepada kamu yang kehilangan iman justru karena berada di dalam gereja Tuhan..
Saya berbicara kepada kamu semua yang mengalami hal-hal di atas..
“Kamu tidak sendirian!”
Apa yang kamu rasakan itu memang benar. Apa yang kamu pikirkan itu memang beralasan. Ada banyak jamur kejanggalan bermekaran di sana-sini dalam bangunan komunitas iman tempat kita bertumbuh, dan tidak semua orang dapat melihat hal-hal tersebut. Kita seolah-olah berbisik pada diri sendiri, sama seperti si anak ajaib dalam Sixth Sense, “I see people everywhere. Dead people. And they don’t know they’re dead..”
Ini bukan renungan teologis tiga-poin –seperti yang dibagikan via mimbar gereja setiap minggunya— yang ingin menyatakan kesalahan kamu, mengoreksi kamu, ataupun memimpin kamu kepada kebenaran. Bukan. Bukan itu. Saya juga sudah merasa cukup dengan kilikan-kilikan seperti itu. Tidak lagi, tuanku, terima kasih.
Ini hanya sesobek celotehan dari seorang pengembara yang sudah berjalan sekian lamanya, menuliskan sejumlah catatan perjalanan di serpihan kain yang ditebar setiap persimpangan demi persimpangan, dengan harapan pengembara lainnya akan tahu bahwa ada beberapa rekan-rekan lainnya yang pernah melewati jalan tersebut..
Saat ini ada puluhan dan ratusan generasi muda kristiani di Indonesia, kamu dan saya, yang tidak lagi menemukan spiritualitas Kristus di dalam gereja lokal mereka. Semakin kita mencari di dalamnya, semakin kita tersandung dan kehilangan iman. Semakin kita mencoba untuk menyampaikan pesan kepada gereja, semakin banyak gelar kebangsawanan yang mereka berikan kepada kita: Kepahitan, TerikatDunia, AnakYangHilang, dan HilangKasihMulaMula.
Tidak perlu gentar. Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang besar melaluimu. Jangan biarkan dirimu dibayangi oleh perasaan bersalah dan segala gelar kebangsawanan yang dibebankan kepadamu. Dan ketika saya berbicara tentang ada sekumpulan besar orang-orang lainnya yang tersebar di berbagai penjuru, saya tidak hanya berbicara kosong. Teruslah berjalan, dan kamu akan menemukan mereka..
Ketika saya memulai pengembaraan ini, semuanya terasa begitu berat. Saya berjuang melawan tekanan orang lain, cemoohan gereja, dan juga ketakutan dari dalam diri saya sendiri. Saya menyesali mata saya yang sempat melihat pemandangan tandus di antara bangku-bangku, sound system, dan pelayanan gereja. Saya menggeliatkan rasa sakit tanpa ada yang peduli akan hal itu. Sendirian dan lemah.
Sampai akhirnya saya menyadari bahwa ini justru sebuah panggilan ketika menemukan ada banyak rekan-rekan lainnya yang mengalami hal serupa. Mereka memiliki berbagai background, paradigma dan approach yang berbeda-beda, namun mengalir dalam zen yang sama. Saya merasakan panggilan, bukan untuk kepemimpinan, melainkan untuk kebersamaan dalam mengarungi sungai iman ini. Tidak seorangpun tahu kami hendak mengarah kemana, termasuk saya sendiri, namun mata setiap kami senantiasa berjaga-jaga dan tertuju pada Tiang Api di atas sana.
Tiang Api yang menjaga hati kami. Membuatnya tetap menyala dengan hangat, bahkan ketika kami menyadari bahwa kami semakin melangkah jauh dari kebaktian dan persekutuan gerejawi yang dahulu biasa kami lakukan. Ini bukan perjalanan yang menyenangkan, ada banyak kejatuhan dan kebingungan, keputusasaan dan kegetiran, kelaparan dan keletihan. Tapi satu yang kami tahu, Tiang Api itu terus bersama kami, menjadi sahabat kami, dan kami aman berjalan bersamanya.
Ya, jika kamu membaca surat ini, kamu tahu kamu tidak sendirian.
Jika kamu tidak mengerti apa yang saya bicarakan, sudah pasti ini memang bukan untuk kamu. Kamu sudah berjalan terlalu jauh, so silakan berbalik arah dan kembali ke rumahmu yang nyaman itu, tapi mohon tinggalkan kertas ini di sini.
Akan ada orang lain yang memungutnya dan merasakan harapan yang baru dalam hatinya.
Tertanda,
Rekan seperjalananmu
*******
Peter Valentino adalah seorang skeptik, peselancar spiritual, pengamat budaya, musisi, pembaca pikiran, dan penggemar Quickly Bubbletea. Begitu ekstensif dalam dunia cyber, banyak orang menganggapnya hanya mitos dalam dunia nyata. Ia juga co-founder dari Outcasts Community, rumah bagi ratusan petualang Kristus yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Untuk bergabung, kunjungi www.the-outcasts.com.
Behold, The Neo Gospel
by Peter Valentino
Jika dilihat dari usia, saya mungkin masih tergolong hijau dan kencur, tapi entah mengapa sepertinya dalam seperempat abad pertama dalam hidup ini saya sudah melihat nyaris semua atraksi dan akrobat sirkus rohani yang ada dalam kepercayaan yang saya pegang semenjak kecil, yakni Kekristenan..
Dan saya menyebutnya sirkus rohani bukan sebagai pujian.
Justru kebalikannya.
Berikut adalah 18 atraksi doktrin dan akrobatik iman yang saya temukan dan alami sendiri dalam komunitas Kristiani modern ini.
1. Alkitab penuh dengan janji-janji Tuhan. Yang perlu kita lakukan adalah setia mengklaimnya sesuai dengan situasi kita, maka iman akan bekerja sama dengan Firman tersebut untuk mengerjakan sesuatu yang besar. Ini adalah atraksi utama yang paling sering saya temui, dan hampir seluruh atraksi-atraksi berikut nya bersumber dari penjabaran poin ini. Menyenangkan sekali Bible sudah berubah jadi buku mantera dan Tuhan jadi jin botol.
2. Jangan mau ditipu oleh iblis, setiap sakit penyakit dan kemiskinan adalah kutuk dari neraka. Anak-anak Kristus wajib memiliki iman yang besar, karena bilur-bilur Nya pasti memulihkanmu kepada kesempurnaan ilahi. Betapa malangnya orang-orang percaya yang terbaring di rumah sakit, tidak saja mereka merasakan rasa sakit yang berkepanjangan, tapi mereka bukan anak Kristus dan berada dibawah kutuk.
3. Apapun pergumulan kita, Bapa dapat mengobatinya dengan satu atau dua tumpangan tangan hamba Nya. Jika perlu, kita dapat melakukan isi ulang tiap minggu. Saya berharap Tuhan tidak akan memotong masa promosi gratisan ini, sebab entah berapa besar uang yang harus saya habiskan bila harus isi ulang terus seperti ini sepanjang hidup..
4. Jika tidak setia dalam persembahan dan perpuluhan, kita sedang merampok Tuhan dan murka Nya akan selalu membayangi kehidupan finansial kita. Oh tidak, ternyata harus bayar towh.. Celaka.
5. Kita tidak perlu memusingkan interpretasi bahasa roh karena Bapa dapat mengerti nya dengan baik. Pergunakan semaksimal mungkin. Ya benar, lupakan saja apa ucapan Paulus, dia kuno sekali, tidak mengerti pergerakan Tuhan di jaman modern ini..
6. Bapa ingin anak-anak Nya menjadi garam dan terang dunia, itu sebabnya kita pasti akan selalu diberikan kesuksesan dan hidup berkelimpahan. Hmmm, sepertinya ada yang merobek alkitab saya karena saya tidak bisa menemukan satu pun rasul Kristus yang hidup jet set, businessman dan penuh glamor.
7. Sebuah nubuatan dapat tidak tergenapi, tapi jangan khawatir, itu bukannya sesat. Kita hanya perlu sedikit lebih rajin berdoa dan menunggu lebih sabar lagi. Ya, kita harus tunduk, setia dan sabar, itu adalah buah-buah roh yang jauh lebih penting daripada memilah-milah kebenaran dan kesesatan.
8. Jika beberapa figur bersaksi tentang malaikat yang mendatanginya tadi malam, membawanya bertemu Tuhan dsb, dan menceritakan hal-hal yang agak berbeda dari Bible namun indah dan menguatkan, kita harus menerimanya dengan penuh antusias atas pertimbangan status dan ketulusan mereka. Mary Baxter yang menulis 40 Hari Di Alam Maut rasanya sangat bertentangan dengan kesaksian-kesaksian Paulus, Yohanes, dan rasul lainnya di Alkitab. Ah, tapi kan dia tulus.. jangan curigaan ah, dosa.
9. Pornografi, gay dan lesbi, dan dosa-dosa seks lainnya jauh lebih berbahaya daripada berbohong dan mencuri. Saya tidak bisa menghitung berapa perbandingan antara buku-buku kristen bertopik seksualitas dibandingkan dengan gabungan seluruh buku kristen dengan topik-topik lainnya. Satu banding satu, mungkin?
10. Ingin diberkati secara maksimal dan berlipat kali ganda? Investasikanlah bibit-bibit yang besar ke Ministry _______. Semakin kamu memberi, semakin kamu menerima. Saya miskin, menurut poin #2, saya berada dalam kutuk. Sekarang saya tidak bisa memberi investasi, berarti saya semakin terkutuk dan tidak bisa menerima apa-apa? Mungkin saya perlu mempertimbangkan pindah agama, sepertinya Buddha jauh lebih ramah..
11. Anda merasakan stagnasi rohani? Bergabunglah dengan kelas / retret pembinaan iman ______ dimana Bapa akan memulihkanmu kepada kekuatan yang sediakala. Saya yakin bila mengikutinya pasti akan merasakan terobosan selama beberapa waktu, kemudian menurun lagi. Dan bila itu terjadi, saya berharap segera dibuka kelas pembinaan gelombang berikutnya agar bisa ikut lagi. Dan lagi. Dan lagi. Maranatha.
12. Seperti kata Mazmur, kita adalah allah-allah kecil! Orang percaya diberikan otoritas ilahi atas dunia roh dan iblis. Oh, luar biasa, saya bisa seperti saat Kristus vs orang kerasukan di Gerasa. Saya boleh ngobrol sedikit ama setan, bertanya siapa namanya, dan sejumlah keajaiban lainnya sambil berusaha menengking nya dengan penuh gaya.
13. Jika kamu rebah dalam roh, itu pasti terpaan kuasa Tuhan karena rasa yang damai dan menguatkan. Bagaimana mungkin kuasa setan dan hipnotis bila itu terjadi di gereja dan dilakukan oleh hamba Nya yang sangat diurapi? Saya harus mengurangi kecurigaan-kecurigaan seperti itu karena itu yang akan membuat saya tidak mengalami mujizat Tuhan.
14. Alkitab mencatat bahwa ada banyak pekerjaan ajaib lainnya yang Yesus lakukan sewaktu masih di bumi. Dan Roh yang sama masih terus bekerja dan membawa mujizat-mujizat baru sampai sekarang ini. Saya pribadi tidak mengerti bagaimana Holy laughter dan mengejang-ngejang dalam Roh dapat membantu memperlebar kerajaan Kristus di dunia ini.
15. Dengarkan kaset, video khotbah dan pengajaran berulang-ulang, ucapkan kata-kata hikmat yang diajarkan, bila kita ingin membuka tabir kebenaran Kristus dan kegerakan Nya. Benar sekali, Bible tidak akan cukup, harus ada tambahan. And talk about a huge christian bussiness, mungkin saya perlu menawarkan tulisan ini ke publisher, menjual nya dalam kaset dan beragam produk sampingan. Saya bisa kaya dan sukses, pasti ini yang Tuhan kehendaki..
16. Kita boleh menilai dan menghakimi dunia di luar gereja, namun jika ada sesuatu yang aneh dan salah dalam gereja, jangan sekali-kali mempertanyakannya atau murka Allah akan turun atas kita. Benar sekali, tidak mungkin ada kesesatan di dalam gereja. Kita tidak perlu pusing tentang hal-hal di dalam karena pasti Tuhan yang pegang semuanya.
17. Jika kita meninggalkan gereja dan pelayanannya, pengurapan Tuhan akan ditarik daripada kita. Ooowh, cuman pinjaman towh..
18. Selain itu, berhati-hatilah, karena Tuhan sangat perhitungan soal jarak. Kita dapat untuk seketika lamanya, jauh dari Tuhan. Ketika bertobat, kita akan kembali dekat dengan Nya. Dan tadinya saya berpikir Tuhan akan selalu beserta kita..
Poin-poin yang saya tulis adalah atraksi wajib di nyaris semua gereja Karismatik dan Pentakosta di Indonesia. Di sanalah saya menghabiskan masa-masa remaja dan awal usia 20an dahulu. Saya tidak tahu dengan kamu, tapi kini saya benar-benar merasa asing dengan hal itu semua. Semakin saya mencoba mengenal Kristus secara pribadi, semakin asing rasanya poin-poin di atas. Benarkah itu adalah isi dari Gospel? Benarkah itu ajaran-ajaran Kristus?
Atau itu semua pengajaran dari ’Kristus’ yang lain? Dengan demikian, Neo Gospel? Maximized Gospel? Gospel with extra cheese?
Saya tidak heran jika sering melihat dan mendengar isu kerohanian yang semakin aneh-aneh aja setiap harinya. Mulai dari keterikatan macem-macem, bahkan sampe ada yang namanya Roh Macet, Roh Game Komputer, dan Roh Gila Kerja, hingga kepahitan dan luka batin yang berkepanjangan. Wajar saja jemaat Kristus modern ini semakin banyak yang ’penyakitan’ dan lemah seperti itu.
Mereka disuguhi hidangan Injil yang lain!!!
Para pemimpin dan gembala mereka menyediakan makanan-makanan alternatif, modifikasi, dan bahkan beberapa sama sekali bukan Gospel! Jemaat memenuhi kelaparan rohani mereka dengan cemilan-cemilan rohani yang tidak memiliki lambang berbahasa arab! Semua hidangan yang mereka nikmati adalah kalengan, pre-processed food, yang entah dibuat dari ingredients apa saja. Malnutrisi!
Saya tidak memusuhi gereja-gereja yang melakukan 18 poin di atas, dan saya harap juga sebaliknya, mereka tidak memusuhi saya. Saya hanya berseru agar mereka bersedia membuka sedikit telinga dan mata untuk menilik apa yang mereka ajarkan selama ini. Itu bukan sesuatu yang memalukan untuk dilakukan. Justru sesuatu yang dilakukan untuk mencegah kemaluan dan penyesalan di masa mendatang.
Perhatikan juga saya berpindah dari metafor tentang sirkus di awal kepada makanan pada bagian akhir ini, dan itu tentu ada maksudnya dan saling berhubungan. Seluruh atraksi rohani yang gereja lakukan dengan poin-poin tersebut –layaknya sirkus tenda keliling yang meriah dengan gajah, badut bermain api, dan simpanse yang menari-nari— adalah rangkaian feeling-good theology. Faith-tainment, teologi yang menyenangkan, mudah ditelan, renyah dan membangkitkan air liur. Gospel yang instant, murah dan ringan, seperti kacang dan bakso.
Kacang tidak dibuat untuk menghilangkan rasa lapar. Bakso juga bukan makanan yang sehat untuk dikonsumsi untuk pertumbuhan biologis. Kita perlu makanan yang lebih nyata dan keras. Kita butuh Kristus dan Gospel yang sebenarnya. Sajian yang sudah menghilang dan cukup terkubur dari panggung gereja saat ini. Bisakah kita mengembalikan menu tersebut pada tempatnya? Bukan demi saya, tapi demi Kristus yang kamu layani dan jemaatnya yang kamu pertanggungjawabkan..
Bila saya mengingat diri saya beberapa tahun yang lalu ketika masih terlibat dengan delapanbelas atraksi di atas, dan merefleksi seandainya ada orang yang menghampiri saya dan memberitahukan apa baru saja kamu baca ini.. saya tidak yakin bisa menerimanya dengan kepala dingin. Saya akan merasa tertantang untuk membuktikan sebaliknya, menyangkali keberadaan atraksi-atraksi tersebut. Saya akan mengutip sejumlah kejadian yang mematahkan teguran yang disampaikan. Saya akan tertawa terkekeh-kekeh, menggelengkan kepala, sambil mengelus-elus dagu dan ujung hidung saya. Saya akan berpikir bahwa orang yang menyampaikan hal tersebut sebagai pribadi yang negatif, dangkal, generalisir, dan tukang kritik saja.
Ya, saya dulu akan bersikap seperti itu.
Sangat keras kepala.
Saya yakin kamu tidak seperti saya..
*******
Peter Valentino adalah seorang skeptik, peselancar spiritual, pengamat budaya, musisi, pembaca pikiran, dan penggemar Quickly Bubbletea. Begitu ekstensif dalam dunia cyber, banyak orang menganggapnya hanya mitos dalam dunia nyata. Ia juga co-founder dari Outcasts Community, rumah bagi ratusan petualang Kristus yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Untuk bergabung, kunjungi www.the-outcasts.com.
Film Notebook, lagi opening credit, ketika tiba-tiba aja timbul satu pikiran yang bikin nyesek and sakit banget.. so sakit that gue pengen ngomongin ama orang, tapi ngga ada sapa-sapa. And the only thing yang bisa gue samperin cuman blog ini, nulis buat diri sendiri yang ngga tau juga apa gunanya.
Gue ngerasa takut..
.. of not being able to love anymore.
I can’t believe mendadak nangis begini.
Asli gue takut banget.
Gue takut menjadi dingin, sama sekali ngga mampu to share love anymore..
Gue takut rasa itu hilang.
Semakin gue pikirin, gue semakin ngga tau ini cuman perasaan doang yang mainin gue, atau memang my conscience yang lagi bicara kalo gue memang sudah seperti itu..
Sebagian dari diri gue lagi menuding-nuding diri sendiri, memanas-manasi diri, meminta bukti kalo gue memang masih capable to love.
My logic says that itu pertanyaan yang absurd.
Tapi kalo memang itu absurd dan gue masih mampu, lalu kenapa gue sekarang ketakutan, nangis, and memang buntu ngga kepikir bukti apapun?
God is this just another trick of Yours? Are You saying something? Please, God, I’m terribly afraid now.. If You’re doing something, please stop that now. But if You’re not doing anything, please do something..
And now my tears just stop, but perasaan itu terus menggantung, skarang justru trasa semakin nyiksa karena gue masih dalam ketakutan, pengen nangis, but nothing comes out.
It hurts! It hurts even more that I don’t know what’s happening to me now.
Will someone, please.. be a friend?
I’m losing myself.