August 29, 2005
“Ya begitu deh, masa masih ngga ngerti?” kata seorang teman dengan nada gusar. Alasannya adalah karena mata saya yang terus terpicing dan berkerut, berusaha memikirkan apa maksud dari ceritanya.
Dia sudah bercerita lebih dari setengah jam. Mulai dari terbata-bata, melancar, terbata-bata lagi, sampai akhirnya gugur layu, kecapean menguras seluruh kemampuan otaknya. Semakin banyak ucapan yang ia sampaikan, semakin berakrobatik penjelasannya, semakin jauh rasanya saya tersesat.
Kita boleh saja mampu bercakap dengan jelas, memiliki kosakata yang luas, menggunakan kalimat majemuk dan susunannya yang benar, tapi tetap mengalami kesulitan mengutarakan apa yang sebenarnya ada dalam pikiran kita. (more…)
August 26, 2005
Ngga terasa udah weekend lagi and gue bingung dah ngapain aja full seminggu kmaren. Tapi yang jelas gue enjoy banget semuanya yang selalu dipenuhi ama kelucuan-kelucuan kaga jelas, just as always. Apalagi tadi sore juga ketemu ama orang yang minta gue ngebuatin thesis diplomanya dengan tenggat waktu 3 bulan. Guess berapa fee yang dia tawarin.. Enam ratus ribu! Hahaha, speechless deh gue, cocok buat menutup kegilaan di sepanjang minggu. Termasuk all the fun reading the comments on the last three entries. So fun that I’m eager to reply to some interesting remarks there. (more…)
August 22, 2005
Wahai Pria, ayo akui, kita sangat payah dalam hal mendengarkan ketika berurusan curhat one-on-one. Bila seseorang bercerita sesuatu, biasanya kita sibuk memikirkan apa yang ingin kita katakan balik kepadanya. Khususnya ketika pencerita itu seorang wanita, entah mengapa kita otomatis berusaha keras memikirkan celetukan yang paling cerdas dan lucu untuk menarik perhatiannya. Saya mungkin berlebihan, tapi sepertinya kita sering memperlakukan mendengarkan sebagai periode masturbasi ribuan pemikiran sendiri yang diakhiri dengan tumpahan orgasme ketika tiba giliran berbicara.
Jika saja kita pria mampu membuat wanita merasa didengarkan, kita setidaknya sudah merebut tiga puluh persen pertama dari hatinya. Sebaliknya jika kita adalah si macho yang selalu berbicara ngalor ngidul kemana-mana dengan ratusan anekdot terbarunya, kita tetap menarik perhatian wanita, tapi sama seperti mereka menyenangi acara radio dan TV favoritnya (yang bisa ia ganti kapan aja bila bosan!). (more…)
August 19, 2005

Gue masih inget dua tahun yang lalu pertama kali denger nama
David Blaine. People were crazy about him. Setiap kali ada diskusi yang nyerempet ama sulap, pasti ada aja yang nyebut nama David Blaine dan seri
Street Magic-nya. Katanya sih tuh Street Magic udah diputer berkali-kali di TV lokal, tapi anehnya gue selalu kelewatan, so cuman bisa baca review and obrolan orang-orang doang. Singkat cerita gue dah ketinggal berita banget deh, padahal dari kecil dah maniak ama yang gitu-gituan. Baru setahun yang lalu akhirnya nemu semua DVD Street Magic di Glodok. That guy rocks.
(more…)
August 16, 2005
Okay, setelah asyik berselancar menikmati deru ombak yang muncul akibat gelang tolol, sepertinya gue patut memberikan ucapan terimakasih untuk semua yang udah kasih komentar, baik yang ngelucu, yang serius, maupun yang terlalu serius. Thanks juga buat blogger yang sampe tergerak untuk ngebuat entry khusus di blog masing-masing sebagai counter opini gelang tolol gue ini. Kudos to Tacoen yang paling mantep tulisannya.
But really, I don’t think some of you guys perlu sampe mencak-mencak, cos siapa sih gue ini dibandingin seluruh populasi cacing-gelang di semesta blog dan dunia nyata. :Hehehe. I’m not sure kapan bakalan turunin banner hentikangelangtolol di kiri atas itu. To those yang bisa ikutan tertawa geli melihat gelombang ini semua, toss and salute to you. To those yang mencibir angkara murka karena tulisan tersebut, saya turut berdukacita. (more…)
August 14, 2005
Seiring dengan berkembangnya lifestyle dan ekspresi diri, saya merasa dompet berada dalam tingkat seksualitas yang lebih tinggi daripada organ-organ vital yang sebenarnya. Maksud saya, sekarang jauh lebih sulit untuk melihat isi dompet seseorang dibandingkan berburu misteri keagungan cleavage yang semakin mudah dijumpai dimana-mana. Ini hanya perbandingan, tidak sama sekali mengimplisitkan bahwa saya sering melakukannya. Tetapi kalaupun sering, tentu saya akan menyangkalnya dan Anda akan selamanya terbakar dalam siksaan alam batin tidak pernah tahu apakah saya memang melakukan lalu menyangkalnya, atau saya hanya berpura-pura melakukannya lalu menyangkal, atau saya benar-benar melakukannya lalu menyangkal dengan lucu supaya Anda terkecoh berpikir itu semua hanya candaan..
Apa yang sedang kita bicarakan? Oh ya. Dompet. (more…)
August 10, 2005
Jaman sekarang siapa yang tidak kenal dengan Friendster. Mulai dari AGJ sampai bapak-bapak, semua pasti punya minimal satu account Friendster. Mulai dari mencari teman lama, teman baru, atau sepia-sepia untuk mengisi waktu lowong, atau juga nge-blog. Tiap hari login untuk memantau makhluk-makhluk baru yang berkeriapan di pelosok jaringan, kemudian menekan tombol Add as Friend sambil berharap-harap networknya tidak terlalu jauh sehingga perlu masukin account email yang bersangkutan. Sosialisasi memang selalu menjadi bagian mendasar dari seorang manusia.
Tapi ada satu hal fundamental lainnya yang membuat Friendster, dan social networking lainnya, semakin menyenangkan, yakni fitur Testimony. Testimony yang biasa disingkat menjadi ‘testi’ adalah kebutuhan untuk pengakuan dan identitas, salah satu nilai puncak dalam hirearki Abraham Maslow. Kalau kamu sering dimintai permintaan testimony Friendster dan kebingungan mau menulis apa, maka artikel ini memang untuk kamu. (more…)
August 9, 2005
Ini adalah review-slash-rant tentang Purpose Driven Life (PDL) yang menjamur di seluruh pelosok Kristiani dunia, termasuk Indonesia. A little compilation here and there, and what I have in my about the book and its hype.
Berikut promo lines dari official web tentang buku tersebut: “The book is a blueprint for Christians living in the 21st century—a lifestyle based on God’s eternal purposes, not cultural values. Using over 1,200 scriptural quotes and references, it challenges the conventional definitions of worship, fellowship, discipleship, ministry, and evangelism. In the tradition of Oswald Chambers, Rick Warren offers distilled wisdom on the essence of what life is about.”
Dr. Rick Warren adalah gembala Saddleback Church di Lake Forest, California, dengan 20,000 jemaat setiap minggunya. Ia juga pendiri dari Pastors.com, wadah cyber yang membantunya menyebarkan pengajaran kepada ribuan gereja di dunia. Saat ini tercatat 115,000 gembala yang berlangganan Rick Warren’s Ministry ToolBox. Tentang PDL, ia mengklaim bahwa ia “..more than a book, it is a guide to a 40-day spiritual journey that will enable you to discover the answer to life’s most important question: What on earth am I here for?” Diterbitkan pada tahun 2002, PDL segera menjadi best selling book selama dua tahun berturut-turut, kemudian bestseller nomor satu oleh New York Times dengan 16 juta kopi pada April 2004. (more…)
August 6, 2005
Beberapa hari yang lalu ke Gramedia Taman Anggrek dan untuk pertama kalinya melihat stand manga sepi tanpa pengunjung yang berjubel. Setelah mendekat ke sana, saya mengerti mengapa itu terjadi. Seluruh komik dibungkus plastic wrapper supaya tidak bisa di-browse tanpa membeli. Banyak yang merasa kesal dengan tindakan itu, seperti yang pernah dikeluhkan oleh sejumlah teman saya. Sementara saya tidak mengeluh seperti mereka, bukan karena saya tidak terlalu komik mania yang harus mengkonsumsi satu dua cerita baru setiap bulannya. Lalu kenapa? Jawabannya singkat: Scanlation.
“Scanlation is an unauthorised translation of a manga, made by scanning a published Japanese (or other) manga and editing the scans by replacing the text, then distributing them as digital images,” demikian menurut TokanaiStudio, dan Wikipedia juga menyuarakan yang serupa, “Scanlation, sometimes referred to as scanslation, is a term used for manga which has been scanned and translated by fans from its native language (usually Japanese or Korean) to a Western language, commonly English, French or Spanish.” Singkatnya, scanlation adalah manga berbentuk digital yang dinikmati via image browser di komputer. (more…)
August 3, 2005
Belum ganti pakaian, masih lengkap dengan stelan rapih yang tadi dipakai untuk interview, gue langsung lompat ke depan notebook dengan semangat membara untuk nulis sesuatu. Tapi karena lapar, gue sempet buka kulkas untuk ambil beberapa potong coklat dan sebotol Yakult. Yummss..
Jadi tadi tuh abis interview untuk kerjaan training bahasa Inggris di sebuah perusahaan. Kantornya oke, ngga seperti bayangan gue sebelumnya; yang kurang oke justru orang-orang yang interview gue tadi. Kalo mereka buka nih blog and baca entry kali ini, ya terserahlah, I hope mereka lebih fokus ke lesson-nya, daripada ngerasa tersinggung etc.
The idea is mereka butuh English trainer, tapi they have no idea at all tentang tujuan dari training itu. “Jadi kami punya cita-cita nih, selain kerja begini, kita juga pengen bisa bahasa Inggris. Nah kamu bisa propose apa ke kita?” begitu penjelasan mereka bertiga. Gue tanya balik, “Oke, pertama-tama goal spesifik apa sih yang you guys punya sebagai indikator bahwa course yang sudah berlangsung itu mencapai titik sukses?” Well, itu pertanyaan standar dong, cos gue sebagai trainer bertugas untuk mendorong mereka menembus indikator itu. (more…)
August 2, 2005
Menangani Migraine
oleh Peter Valentino
Pagi ini seorang teman bercerita tentang rasa pusing yang menyerangnya tiba-tiba ketika sampai di kantor. Sembari mengobrol dan berusaha membantunya, saya teringat akan sakit migraine yang dahulu sempat rutin mengunjungi kepala setiap bulannya. Jika ada rasa sakit yang paling saya benci di dunia, maka itu adalah Migraine.
Teman saya di atas bukan terkena migraine. Tapi dia memicu saya untuk menulis sejumlah tips menangani migraine sebelum dan sesudah ia mendarat di sisi kening Anda. Mencegah selalu lebih baik dari mengobati, dan jika Anda tidak pernah mengalami migraine, kecil kemungkinan Anda benar-benar menghargai pernyataan itu. (more…)
August 1, 2005
Dunia blogging makin rame ketika beberapa bulan yang lalu Friendster launching blog systemnya. Setelah begitu ngefans ama social networking yang ditawarinnya, gue berharap blog mereka juga bakalan asyik. Tapi ternyata mengecewakan sekali. Template-nya ngga ada yang keren, but yang paling parah adalah banner gede di atas dan settingan layout yang ngga memungkinkan untuk dimodifikasi banyak. Terus juga URL blognya terlalu panjang, bikin ilfill. Males banget deh ngeliatin blogs di sana.
In fact, gue malah kepikiran that FSblog tuh justru emang buat orang-orang yang males gitu.
So demikianlah gue anti jalan-jalan ke FSblog.
*mo bikin gelang anti-FSblog*
But one day gue terjungkal ke blognya Musichead. I was like, “Noooo way!” Keren abis. Silakan liat sendiri deh. I like them all, mulai dari warna, layout, sampe fitur-fitur tambahan yang gue ngga duga bisa dipasang dalam FSblog. Terutama shoutbox-nya itu yang bikin kagum. Great job, man, beneran kaga berasa lagi ngeliatin FSblog..
Gara-gara dia, gue jadi suka browse blogs di Friendster, berharap-harap nemuin kejutan lain. Sampe sekarang belum ada sih. If you guys ada yang blogging di FS, I suggest you to contact Musichead for tutorial and insights to make your blog really yours..
Buat FSbloggers, or siapapun yang butuh shorter URL, go get free ones at Tokelau.
Oh ya, buat siapa aja yang pengen di-plug, please say so, I’ll add you in the links section asap.