August 2, 2005

Menangani Migraine

Filed under: World Out There

Menangani Migraine
oleh Peter Valentino

migrainePagi ini seorang teman bercerita tentang rasa pusing yang menyerangnya tiba-tiba ketika sampai di kantor. Sembari mengobrol dan berusaha membantunya, saya teringat akan sakit migraine yang dahulu sempat rutin mengunjungi kepala setiap bulannya. Jika ada rasa sakit yang paling saya benci di dunia, maka itu adalah Migraine.

Teman saya di atas bukan terkena migraine. Tapi dia memicu saya untuk menulis sejumlah tips menangani migraine sebelum dan sesudah ia mendarat di sisi kening Anda. Mencegah selalu lebih baik dari mengobati, dan jika Anda tidak pernah mengalami migraine, kecil kemungkinan Anda benar-benar menghargai pernyataan itu.

Apa itu migraine? Sejauh ini masih belum diketahui asal-usulnya yang jelas, tapi setidaknya kita dapat mengenalinya dari beberapa ciri khas sebagai berikut:

• rasa sakit akut pada satu sisi kepala, beragam durasi mulai dari 3 jam hingga satu dua hari. Kata ‘migraine’ sendiri memiliki afiliasi dengan bahasa Yunani ‘hemicranios’ yang berarti ’setengah kepala.’
• rasa mual, yang kadang diikuti juga dengan muntah.
• sensitifitas tinggi terhadap cahaya dan suara.

Setiap penyakit selalu memiliki faktor pemicu, demikian juga dengan migraine. Jika Anda merupakan langgananya, maka coba kenali faktor-faktor tersebut.

Faktor emosi dan stress bisa muncul dari beban pekerjaan yang mendadak menumpuk, tekanan dari hubungan romansa, dan faktor fisik lingkungan seperti terlalu bising, pengap, atau ramai. Lakukan manajemen stress yang baik, dan Anda sudah mengurangi beberapa belas persen dari kemungkinan migraine menyerang.

Faktor lainnya adalah makanan. Beberapa orang cukup perlu melewatkan jadwal makannya sekali untuk mengijinkan tubuh mengirimkan reaksi migraine, beberapa lainnya tidak sesensitif itu. Kurangi konsumsi minuman yang mengandung kafein (termasuk decaff coffee) dan soda, makanan dengan penambah warna dan cita rasa, makanan kalengan, kacang, coklat, rokok (walaupun hanya perokok pasif) dan alkohol.

Untuk wanita, migraine sering berhubungan dengan faktor siklus menstruasi, ini didukung dari sejumlah penelitian yang menyebutkan wanita yang sudah mencapai usia menopause tidak lagi mengalami migraine.

Lalu apa yang Anda lakukan bila migraine menyerang? Ketahuilah bahwa 15-20 menit sebelum rasa sakit itu muncul, migraine umumnya didahului dengan gejala khusus, seperti pandangan yang silau, berkunang-kunang, kelopak mata tertekan dan berdenyut-denyut, dan leher pegal. Bila gejala-gejala ini muncul saling terkait, segera berhenti dari aktifitas yang Anda dilakukan dan menyepilah ke sebuah ruangan kosong dan gelap untuk beristirahat di sana.

Anda perlu menenangkan diri. Jantung Anda berpacu dengan ketakutan dan antisipasi mengalami rasa sakit yang bertubi-tubi, namun Anda harus menyakinkan diri bahwa ia masih dapat dicegah. Saat itu migraine masih jauh di ujung ufuk sana dan bila Anda dapat mengumpulkan ketenangan diri dan beristirahat, badai itu tidak akan datang menghampiri.

Satu atau dua gelas air putih selalu dapat membuat diri sedikit lebih tenang. Setelahnya Anda beristirahat dalam ruangan tersebut, meminta agar tidak ada yang mengganggu Anda selama setidaknya 1/2 - 1 jam. Jika Anda berada di kantor dan sang boss menanyakan tindakan tersebut, yakinkan bahwa waktu itu tidak ada apa-apanya dibandingkan berjam-jam pekerjaan berantakan karena migraine yang menyerang Anda.

Saya menyebut ini sebagai proses shutting down. Jika Anda tidak mendapat ruangan, ini dapat dilakukan dalam mobil Anda (tapi ingat jangan lakukan ini dalam keadaan mobil menyala atau Anda akan keracunan karbonmonoksida!) atau pantry di kantor. Sekalipun posisi berbaring jauh lebih baik, Anda dapat mengambil dalam posisi duduk apapun yang dapat membuat tubuh Anda santai, misalnya setengah berbaring dengan sandaran kursi yang dimundurkan ke belakang.

Lalu beristirahatlah. Jika berhasil melakukan shutting down dengan baik, migraine itu tidak akan menyentuh kepala Anda sedikitpun. Ini semua tergantung dari seberapa sigap Anda bereaksi ketika gejala-gejala awal itu muncul. Seiring waktu, Anda akan semakin cekatan menjinakkan migraine ini sebelum ia benar-benar menunjukkan giginya.

Sebagai catatan, jangan lupakan untuk berkonsultasi tentang penyakit ini dengan dokter Anda. Mereka adalah sumber yang tepat untuk menangani masalah medis dengan profesional. Informasi yang diberikan di sini bersumber dari pengalaman riset pribadi yang bersifat edukasi dan alternatif, bukan sebagai pengganti dari pengobatan medis apapun.

*******
Peter Valentino adalah seorang narcist, skeptik, peselancar spiritual, mindologist, pengamat budaya, musisi, motivator, dan penggunjung setia Coffe Bean. Temukan berbagai tulisan-tulisan pribadi lainnya, termasuk artikel budaya, spiritual, dan pengembangan diri, di www.petervalentino.org.

3 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://truegossiper.blogsome.com/2005/08/02/menangani-migraine/trackback/

  1. yeah haha… gw suka blog-caci-maki kaya gini,.. brutall.. hahaha… exchange link ya mas…

    Comment by bayugenia — August 3, 2005 @ 3:03 am

  2. ahhh.. jangan!!! kalo migraine lebih baik, segera do sex..
    hahahaha..
    boong deh..
    ikutin aja deh tuh saaran2 diatas.. dijamin..

    Comment by saint — August 7, 2005 @ 4:45 am

  3. mungkin kali hehehehhehe

    Comment by uthe — August 25, 2005 @ 12:21 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>