August 10, 2005

To Testi or Not To Testi

Filed under: World Out There

testifs Jaman sekarang siapa yang tidak kenal dengan Friendster. Mulai dari AGJ sampai bapak-bapak, semua pasti punya minimal satu account Friendster. Mulai dari mencari teman lama, teman baru, atau sepia-sepia untuk mengisi waktu lowong, atau juga nge-blog. Tiap hari login untuk memantau makhluk-makhluk baru yang berkeriapan di pelosok jaringan, kemudian menekan tombol Add as Friend sambil berharap-harap networknya tidak terlalu jauh sehingga perlu masukin account email yang bersangkutan. Sosialisasi memang selalu menjadi bagian mendasar dari seorang manusia.

Tapi ada satu hal fundamental lainnya yang membuat Friendster, dan social networking lainnya, semakin menyenangkan, yakni fitur Testimony. Testimony yang biasa disingkat menjadi ‘testi’ adalah kebutuhan untuk pengakuan dan identitas, salah satu nilai puncak dalam hirearki Abraham Maslow. Kalau kamu sering dimintai permintaan testimony Friendster dan kebingungan mau menulis apa, maka artikel ini memang untuk kamu.

Saya melihat banyak kebodohan dalam penggunaan fitur testi, misalnya malah diisi dengan obrolan (seperti “Eh, kemana aja loe?” dan “Cieeeh, ganti poto nih yeee!”) atau malah gambar-gambar konyol dengan karakter ASCII. Untuk mengobrol, sudah ada yang fitur MESSAGE, dan bila ingin bermain-main gambar ASCII, saya pikir cukup di handphone dan SMS saja. Testimony seharusnya berisi sesuatu yang bermakna. Testimony sama sekali bukan tempat untuk kedua hal tersebut.

Lalu apakah testimony yang baik dan benar itu? Berikut saya mencoba memberikan sedikit panduannya.

• Bercerita tentang kepribadian orang yang ditujukan dengan santai dan gamblang.
• Selipkan satu cerita tentang masa lalu yang menarik.
• Berkomunikasi, tapi tidak sampai mengobrol, anggap saja majalah yang tidak bisa menjawab balik.
• Sampaikan sesuatu yang kira-kira cuma kamu sendiri yang tahu, tapi jangan berupa rahasia atau sesuatu yang memalukan.
• Cantumkan namanya minimal dua kali, di awal dan di belakang, kalau bisa lebih.
• Bicarakan kemiripan yang dia miliki dengan salah satu tokoh di film / buku yang tercantum pada profilnya.
• Masukkan satu dua info seperti tempat, kejadian, awal kenal, jenis minat yang kamu ketahui tentang dia.
• Sebutkan kesamaan yang kalian berdua miliki atau saling berbagi.
• Seimbangkan antara pujian dan ledekan.
• Komentar tentang salah satu dari hal ini: romansa, maskulin / feminin, atau rasa humor.

Hal-hal di atas, bila kamu ikuti semuanya, saya jamin itu akan menghasilkan Testimony yang tidak hanya berharga bagi orang yang dituju, tapi juga menyenangkan dibaca orang lain yang berkunjung. Dan seandainya kamu masih tetap sulit menulis karangan testimony, tidak perlu cemas lagi karena sekarang ada Universal Insta-Testi™ yang dapat kamu gunakan kapan saja dengan sangat cepat.

Ini adalah sistem yang benar-benar bekerja, dan kamu juga bisa menciptakan sendiri testimony baru dari campuran keduabelas testimony instan di atas, berikut dengan modifikasi tambahan yang sudah saya berikan di poin-poin sebelumnya. Obrolan konyol dan ASCII bergambar adalah tindakan testi-abuse yang mengerikan. Saatnya kita melestarikan budaya testimony yang bermutu dengan Universal Insta-Testi™ !

“Penemuan yang cerdas!”
Friendster CEO

“Sangat praktis! Menulis testi tidak pernah semudah ini..”
Patricia - Kelapa Gading

“Terima Kasih, Peter, tingkat stress saya menyusut setelah memakai sistem ini..”
Freddy - Bintaro

“Berkat Universal Insta-Testi™, saya tidak kehilangan waktu tidur yang berharga.”
Monica - Singapore

43 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://truegossiper.blogsome.com/2005/08/10/to-testi-or-not-to-testi/trackback/

  1. Hahahahaha.. entry2 loe selalu bikin gw sepicles..

    Comment by N[a] — August 10, 2005 @ 6:44 am

  2. Hmm.. mungkin mau nambahin dikit daftar testi on Universal Insta-Testi:

    “Produk yang sangat brilian untuk melampiaskan narsis dengan ‘baik dan benar’. Produk ini baiknya dilengkapi plug-in tambahan 1 option di samping approve dan reject: ‘ditolak karna belum memenuhi standar UIT. Silakan baca dahulu dan revisi sesuai dengan standar tersebut.”

    Ahak ahak..

    Comment by N[a] — August 10, 2005 @ 6:56 am

  3. hahahaha.. kocak!! ember! gw juga udah bosen banegt… org yg kasih character ascii.. eniwei, maksud loe obrolan tuh kayak gimana? maksudnya kayak “err.. kamu cakep deh.. boleh minta no hpnya gak?”

    Comment by Adrian — August 10, 2005 @ 7:24 am

  4. jiakakakakakakakakak…eh eh tunggu bentar friendster teh apa? kalo testi? :p

    Comment by nana — August 10, 2005 @ 8:20 am

  5. WAHHH!!! ASIK!!! bisa dipake tuh bisa dipake auahuahauh :D

    Comment by -inex- — August 10, 2005 @ 9:50 am

  6. hehehe…oke dehh…tapii…masih join fs ma testi2na kann???

    Comment by lil devil — August 10, 2005 @ 10:10 am

  7. “Number One MOST COPY PASTE TXT in THE HISTORY OF INTERNET, with the record of 1.000 hit COPY and PASTE per 1 second.” - The International Internet Police.

    btw, friendster itu apaan sih?
    itu yang taruh2 email ya?
    email gw avanfu[at]yahoo.com itu bisa di add ya? ?
    aneh.. hem..

    Comment by saint — August 10, 2005 @ 12:52 pm

  8. Ayo man, be creative and bikin site PHP dengan template-template testimony itu. Mungkin aja ntar lu bisa lebih terkenal daripada Sloganizer.com ato site-site kreatif sejenis.

    BTW kok ga ada yang kunjungin blog gue ya?

    Comment by Blue — August 10, 2005 @ 4:08 pm

  9. om peter, asyik kali yah kalo dikau bikin 2 versions dari blog u, yg satu pake bhs inggris, jd pemikiran2 u yg brilian dan kritis itu bisa dibaca worldwide, klo yg versi indo nya.. buat yg ngga bisa inggris kali yaa.. kesannya lebih nasional gitchuw.. ^_^

    Comment by Taka — August 10, 2005 @ 4:47 pm

  10. *thumbs up*kenapa seh lu jago banged dengan yang gini2an?apakah ini talenta muw?hihihiihi…
    anyway, gw copy ya universal insta-testi lu itu?:D soalnya gw ga tau memberikan pujian ke orang ^^

    Comment by moniq — August 11, 2005 @ 2:28 am

  11. hahaha.. menarik.. menarik… friendster dan budaya testinya yang superficial.. harusnya buruan dipasarin aja tu Universal Insta Testi nya, kan udah dipatenin! :p gw sebenernya nggak ngerti sama orang2 yang cuma nulis those sugary superficially sugar-coated thingies di testi… what.. gw kan nggak selalu manis dan baik hati setiap saat, trus kmana perginya those bitchy moments.. hahaha.. superficially sugar-coated, ppol are loving their hypochrisy more and more each day, dont u think?
    anyway, Peter, lo tnyata anak ing angk’ 99 ya? tmnnya emen dong? :p

    Comment by sie — August 11, 2005 @ 2:58 am

  12. universal insta-testi??? kocak huehehehehe tapi brilliant :p

    Comment by dewiamel — August 11, 2005 @ 4:25 am

  13. kenapa yah gw selalu bingung ama navigasi prenster? :???:

    Comment by dental — August 11, 2005 @ 4:29 am

  14. testi tuh terkadang diisi orang lain cuman bwt menyenangkan yang punya alamat itu,ato udah di testi duluaan, testi tuh nggak pernah jujur, apalagi yang di FS!!!!!!!

    Comment by winda — August 11, 2005 @ 5:12 am

  15. wah.mendarat juga neh diblog ini hehehe…nice color…
    Hm..m…setuju bgt.klo skrg emang jamannya FS n Blog?Tapi klo yg namanya Nge-blog kyanya belum seramai org ikutan FS deh kyanya?
    Cukup sekian dan terima kasih *hehehe*

    Comment by yoan — August 11, 2005 @ 5:18 am

  16. Wah kali ini artikelnya kurang mengundang kontroversi ya, padahal lebih seru yang rada-rada kontroversi gitu. And kayaknya semuanya kurang lebih setuju sama cara kerjanya “Universal Insta-Testi™”, yang mengikuti 10 aturan menulis testi yang baik dan benar.
    Btw, kalo cara menulis testi kita sudah seperti ke 10 aturan itu berarti kita udah menulis testi secara benarkan. Berarti sekali lagi terima kasih kepada Peter Valentino a.k.a True Gossiper yang telah memberitahukan cara menulis testi yang baik dan benar.
    Oh iya ada satu pertanyaan. Itu Friendster emang ada CEOnya, kalo pun ada, dia bisa bahasa Indonesia gitu? Hebat eui, berarti Indonesia sudah mulai terkenal di mata masyarakat internasional dengan diakuinya bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional kedua setelah bahasa Inggris. Huhahaha

    Comment by Sapto (Mbot) — August 11, 2005 @ 5:58 am

  17. wah, i expected tg mau nge-bashing fs =P

    pada males gak sih denger kata2 ini : “eh add gue yah” ?

    buat #11 dan #14, untuk kata-kata jujurnya, anda mendapatkan satu set perlengkapan memasak dari sponsor.

    Comment by smoong — August 11, 2005 @ 7:12 am

  18. ha…as u say..”kebutuhan akan sebuah pengakuan”..friendster is absolutely a world 4 narcist..bole juga tu…

    Comment by jilie — August 11, 2005 @ 8:25 am

  19. sekarang testimonial malah jadi kayak message yang published :)

    Comment by alarix — August 11, 2005 @ 9:07 am

  20. Allow, met kenal yah, makasi dah mampir ke blog sayah, sering2 ya mampirnya *promosi* btw frenstermu apa toh? Biar saya ikutan testi buat kamuuuu…setuju dengan postinganmu tentang testi…Hidup frenster…hidup testi…

    Comment by flona — August 11, 2005 @ 3:21 pm

  21. testimonial ya? menurutku, the best testimonial itu datang dari teman yg secara blak2an bilang jelek2nya kita..hehehe..tp eniwei, aku suka tuh bagian testimonial,,merasa tersanjung2 kalo dipuji hehee

    Comment by Ling — August 12, 2005 @ 1:19 am

  22. i kinda agree with u..another thing is that they only write good stuff….testimonial is all about the person personality …they should write what n who they really are..not only their positive attitude..but yea…people has their own way of thinking….hehehe..u can’t force them to think like u do right ^^

    Comment by JeSs — August 12, 2005 @ 2:24 am

  23. gue paling males kalo ada temen, yang nggak kenal banget2 tiba2 : “eh testi gue duong!”, “eh gue tunggu testi lo, gue kan udah ke elo” . Plis deh! siapa elo ? kenal dekat aja juga engga :P

    heheh sori, jadi curhat geneh hehehe…
    HENTIKAN GELANG TOLOL ? yeuk!!!

    Comment by bowo — August 12, 2005 @ 3:35 am

  24. Friendster or not friendster, it all lies back to the person’s concerned and how well the one maintain the relationship in real-life, testimonials might often be flowery and flattery, however reality often bites. So it all comes back to the one, how well dan good do you maintain the friendship? if otherwise, those testimonials are just a matter of boxes of bad advertising :)

    Comment by Luigi — August 12, 2005 @ 1:02 pm

  25. bad advertising.. dalemmm..

    Comment by N[a] — August 12, 2005 @ 3:16 pm

  26. untuk #25, anda mendapatkan seperangkat alat masak panci, karena berbeda sendiri..
    *hentikan blog tolol.. HAHAHA.. *kabur..

    ehm.. testi gw kalo gw liat aada yang mirip 10 testi elo, gw reject2 ah..

    Comment by saint — August 13, 2005 @ 4:03 am

  27. ahak ahak..

    *bikin gelang peduli blog sesat*
    *siap2 jadi tukang nge-junk di comment box sebagai upaya perlawanan*

    Comment by N[a] — August 13, 2005 @ 4:26 am

  28. wakakakakak.. keren abesss.. knapa dulu aku ga nemu blog ini yakss?? well anyway.. nice to meet yaa.. can’t wait to read ur new posting.. n_n

    Comment by angie — August 13, 2005 @ 4:43 am

  29. True Gossiper, high 5 for visiting my blogspot and leaving a brief, yet encouraging comment. I crossed the blogosphere to visit you and WHAMO! I encounter what? the Indonesian language or Pidgin English? I note you like magic. Visit my friend Chris Howell @ www.christopherhowell.net Please visit again and give me the code to your language. I’m with you, if we can’t riducule our own faith for its idiotic tendencies, we’ve no business harping on others. Peace out.

    Comment by John Frye — August 13, 2005 @ 12:55 pm

  30. hey!!!!

    Thanks for visiting my blog :) . I like your blog alot!!! It’s so cool and has a great paint of style. I always hope to get a blog with these attributes .. :)

    Take care brother. Hopecha see ya more often..

    God bless.

    Comment by s0nix — August 13, 2005 @ 5:33 pm

  31. iya, gw paling males kalo disuruh ngisi testi orang, hehe, bingung apa mo nulis apa..

    Comment by dv — August 14, 2005 @ 2:34 am

  32. hahaha.. wong edan

    Comment by hericz — August 16, 2005 @ 5:38 am

  33. friendster… itu makhluk apa…?

    Comment by rendy — August 16, 2005 @ 5:48 pm

  34. ini postingan pasti gara2 gua abis kasih testimonial yg bagus deh buat si TG >.

    Comment by hiccup — August 19, 2005 @ 6:14 am

  35. nah, ini nih yg gw butuhkan.. tapi klo gw nulis testi itu emang selalu nulis history sih, dimana pertama kali gw kenal ama org yg gw isiin testinya, atoo.. jaman2 dulu dia suka ngapain ato apalah gitu pokoknya yg masa lalu punya deh..

    Comment by kael — August 22, 2005 @ 9:52 am

  36. ahak
    ahak

    Comment by richoz — August 23, 2005 @ 4:26 am

  37. friendster dah salah guna, sekarang tuh friendster fungsinya buat banyak2an account n banyak2an testimonials, ambil aja contoh akon, padahal emang akonnya dah penuh *padahal juga sebagian dianggap pajangan aja* terus dia bikin lagi akon yg baru, terus temen2 yg laam disuruh add, “hai temen2, add lagi dong akon gw yg baru”, walaah, klo gitu ya isinya itu2 aja dong, klo emang akon barunya buat yg lain sih gpp, ini buat itu2 aja, terus masalah testimonial, bener bgt, isinya malah message, klo emang mau kirim message kenapa gak send message aja, ya karena itu tadi, banyak2an testimonials, kekekekeke… ^__^ btw gw juga gitu sih, hahahahaha tapi dulu, hehehe skarang dah gak punya FS

    Comment by ketek90 — August 25, 2005 @ 4:19 pm

  38. *kangen testi yang bener2 testi*

    Comment by Nitchy — October 9, 2005 @ 2:10 am

  39. solusi tepat, terutama buat memuaskan manusia2 yg selalu ngejar2 gue buat nulis testi :) hahahahhaha…… kreatif lho idenya.

    Comment by sharon — October 24, 2005 @ 4:35 am

  40. TG, gue bingung ama isi kepala loe :)
    Bisa2nya coba kepikiran bikin bginian. But thankss.. nolong gwe banget bwat ngebales kalimat “testi gue dong” yg masuk ke msg gwe :)

    Comment by valya — April 15, 2006 @ 1:16 pm

  41. Hi.. mmm.. good site! nice work) thanks for information i found useful:)

    Comment by Ronaldinho — April 24, 2006 @ 2:55 pm

  42. Ehmm..m. Sehr gut Seite! Ich sage innig..!:)

    Comment by BMW — April 26, 2006 @ 7:02 pm

  43. bagus..

    Comment by wildan — September 28, 2008 @ 6:13 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>