Wahai Pria, ayo akui, kita sangat payah dalam hal mendengarkan ketika berurusan curhat one-on-one. Bila seseorang bercerita sesuatu, biasanya kita sibuk memikirkan apa yang ingin kita katakan balik kepadanya. Khususnya ketika pencerita itu seorang wanita, entah mengapa kita otomatis berusaha keras memikirkan celetukan yang paling cerdas dan lucu untuk menarik perhatiannya. Saya mungkin berlebihan, tapi sepertinya kita sering memperlakukan mendengarkan sebagai periode masturbasi ribuan pemikiran sendiri yang diakhiri dengan tumpahan orgasme ketika tiba giliran berbicara.
Jika saja kita pria mampu membuat wanita merasa didengarkan, kita setidaknya sudah merebut tiga puluh persen pertama dari hatinya. Sebaliknya jika kita adalah si macho yang selalu berbicara ngalor ngidul kemana-mana dengan ratusan anekdot terbarunya, kita tetap menarik perhatian wanita, tapi sama seperti mereka menyenangi acara radio dan TV favoritnya (yang bisa ia ganti kapan aja bila bosan!).
Mendengarkan itu mudah, tapi bukan berarti pria dilahirkan dengan kemampuan yang sama dengan wanita. Kaum Adam begitu tenggelam dalam ego dan kehebatannya, sampai tidak pernah terlatih untuk mendengarkan dengan baik. Itu adalah penyakit klasik pria selama berabad-abad yang tidak mudah untuk dibereskan. Saya memang tidak berusaha untuk mengajarkan penyembuhannya. Setidaknya tidak sekarang.
Kita pria sering menganggap wanita cerewet dan rumit, tanpa pernah terpikir bahwa mungkin sebenarnya mereka hanya sedang meminta perhatian kita beberapa menit saja. Bagi wanita, terlihat mendengarkan itu sama berharganya dengan mendengarkan yang sebenarnya. Mereka tidak dapat membedakan keduanya, atau kalaupun bisa, mereka tidak terlalu peduli karena setidaknya mereka mendapat perhatian yang diinginkan.
Apa yang akan saya bagikan tidak lain dari cara untuk menghargai permintaan sederhana tersebut. Ini semua berhubungan dengan representasi fisiologi untuk menghasilkan respon emosi yang sama seperti ketika kita sedang mendengarkan curhat seseorang dengan seksama.
Pendeknya, seorang wanita akan otomatis merasa puas dan nyaman karena Anda mendengarkan ceritanya. Hanya saja Anda tidak sungguh-sungguh melakukannya. Bahkan Anda bisa tidak mendengarkannya sama sekali, dan tetap memberikan respon yang memuaskan ketika tiba giliran Anda.
Simak poin-poin berikut ketika lawan bicara sedang menyampaikan ceritanya:
- Kendalikan mata liar Anda! Bila seseorang wanita sedang bercerita, ia memang sedang meminta telinga Anda, tapi bukan berarti sang mata bebas merajalela kemana-mana. Berkelana ke arah selain posisi lawan bicara Anda adalah tindakan kekejian, demikian juga memandang ke arah tertentu dari tubuh lawan bicara tersebut. Mata pria sering seperti Frankeinstein yang memiliki nyawa sendiri sehingga Anda harus berupaya keras untuk mengendalikannya. Pria, hindari memandangi spot-spot ini: hidung, jerawat / tahi lalat, bibir, gigi, dan terutama, dada!
- Hei, lupakan dadanya.. Sudahlah, tidak perlu mencuri-curi karena tidak ada hal yang baru lagi di sana. Kendalikan decak nafsu mata Anda untuk sejenak demi memusatkan perhatian pada orang yang sedang curhat itu. Karena bila Anda memang beruntung, tidak tertutup kemungkinan setelah curhat itu Anda ditraktir pemandangan yang halal tanpa perlu mencuri-curi lagi.
- Ketika memandang wajah, fokuskan mata Anda tepat pada pangkal tulang hidungnya. Bagi yang tidak tahu dimana itu pangkal tulang hidung, ia adalah gundukan terendah yang secara horizontal tepat memisahkan kedua ujung mata lentiknya. Ini adalah titik sentral yang membuat lawan bicara merasa Anda sedang memandang tepat ke kedua matanya. Jika fokus Anda pada bola matanya, Anda hanya melihat salah satu matanya saja dan berpindah-pindah dari satu ke lainnya.
- Tatapan mata adalah salah satu simbol emosi untuk perhatian. Manusia adalah makhluk egois yang selalu ingin dunia berputar di sekelilingnya. Jika Anda bisa memberikan kesempatan seperti itu beberapa menit saja, jangan terkejut bila tiba-tiba dia menceritakan rahasia terdalamnya yang tidak pernah diceritakan ke siapapun. Tapi ingat sekali lagi, Pria, gundukan di wajah. Bukan di bawah pundak!
- Senyumlah dengan kedua sudut luar mata Anda. Ambil cermin dan coba berpose tertawa atau tersenyum, maka Anda akan melihat sudut luar mata menipis dan sedikit membentuk sudut menanjak. Inilah mata yang tersenyum. Berikutnya, coba untuk membuat sudut mata seperti itu lagi kali ini tanpa gerakan senyum bibir. Karena faktor fisik, setiap orang memiliki cara masing-masing, tapi tidak sulit untuk menemukannya.
- Sekalipun saya percaya senyuman selalu membuat orang nyaman dan merasa diperhatikan, namun terlalu banyak senyum membuat Anda seperti orang bodoh. Atau lebih parahnya, Anda jadi terlihat meremehkan curhatannya. Untuk menyiasati hal tersebut, Anda cukup perlu menciptakan sudut mata yang tersenyum itu, khususnya ketika sedang bertukaran pandangan seperti di poin sebelumnya. Ini membuatnya merasa Anda menyambut dengan ramah.
- Ketika ia selesai berbicara, ada dua kemungkinan tindakan yang dia lakukan. Pertama, ia menatap lurus ke mata Anda dengan tatapan yang meminta respon. Bila ini terjadi, tahan kelopak mata Anda selama dua detik, lalu kedipkan keduanya dengan perlahan. Jangan terlalu pelan sampai seperti orang mengantuk. Cukup setengah dari kecepatan normal kedipan. Ini adalah ucapan, “Okay, saya mengerti..” tanpa perlu membuka mulut sama sekali.
- Atau kemungkinan yang kedua, matanya menerawang memandang ke bawah, indikasi bahwa dia sedang mengadakan pembicaraan internal di pikirannya. Tahan nafsu Anda untuk menyemburkan kata-kata atau nasihat. Biarkan suspense itu terjaga, sampai akhirnya dia bersuara menanyakan pendapat Anda.
- Dengan gerakan seminimal mungkin, tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan perlahan lewat mulut. Pastikan itu bukan gerakan yang mencolok, tapi ia harus mendengar halus suara tiupan nafas dari bibir Anda. Suara halus tersebut menimbulkan efek rileks pada lawan bicara Anda. Selain itu, Anda juga terlihat menjadi seperti tenggelam dalam simpati dengan apapun yang sedang dia ceritakan.
- Terakhir, bila akhirnya sudah tiba saatnya Anda berbicara, atau dia sudah menagih giliran Anda, ucapkan kata ini, “Bagaimana perasaan kamu sekarang..” Ini adalah bagian terpenting dari seluruh strategi di atas. Kunci yang selalu saya pakai ketika tiba giliran bicara.
Apa yang dikerjakan oleh pertanyaan ini adalah ia bertindak sebagai sumbu utama dari semua yang telah oleh lawan bicara ceritakan semenjak awal. Anda akan mendengar semacam rangkuman yang padat penuh dengan ungkapan emosi. Anda bisa saja tidak mendengar semua cerita di awal, tapi bila mendengar bagian ringkasan ini saja (yang biasanya pendek, satu dua menit), Anda bisa merakit jawaban yang sesuai dengan keadaan!
Apa sulitnya untuk benar-benar mendengarkan barang satu dua menit di ujung cerita? Sangat-sangat mudah. Lawan bicara Anda merasa tersalurkan, ia juga mendapat respon yang memuaskan, ditambah lagi Anda bisa memberikan jawaban yang simpatik tanpa berjerih lelah mendengarkan cerita Sabang Sampai Merauke itu.
Pendengaran adalah kemampuan, namun mendengarkan adalah keahlian! Waktu dan proses adalah indikator yang menentukan sensitifitas yang memuaskan ketika berurusan dalam hal curhat-mencurhat. Bila Anda membaca buku yang mengajarkannya, setidaknya membutuhkan satu hingga tiga bulan untuk bisa mempraktekkannya dengan memuaskan. itupun belum pasti. Tapi dengan artikel ini, Anda dapat langsung melakukannya sekarang juga bila seseorang memotong aktifitas Anda untuk curhat.
Perhatikan poin-poin di atas, sama sekali bukan pedoman mendengarkan yang baik. Bahkan saya tidak menyentuh fisiologi pendengaran sedikitpun. Karena memang itu tujuan saya. Bagaimana Anda terlihat sedang mendengarkan, padahal justru sebaliknya.
Saya tahu ini terkesan manipulatif, sebenarnya jauh dari itu. Cara-cara tersebut sangat berguna ketika seorang wanita mendadak curhat ketika Anda sedang terburu-buru atau sibuk mengerjakan sesuatu. Atau misalnya Anda sedang pusing dan tidak mampu konsentrasi mendengarkan apa-apa. Atau bila Anda memang pria tipe konselor yang sensitif dan seksama seperti saya, jelas tehnik di atas dapat melipatgandakan efek perhatian yang Anda inginkan. Menyenangkan, bukan?
Akhir kata, selamat sukses mempraktekkan pengetahuan di atas.
Saya harap Anda dari tadi tidak berpura-pura mendengarkan.








jangan dengerin si TG!! buktinya, walaupun dia dah berusaha sekeras mungkin mencuri perhatian gua, 1% hati gua aja ga dimiliki dia LOL
Comment by hiccup — August 22, 2005 @ 9:21 am
mantab man.
Comment by gratist aka KKK — August 22, 2005 @ 10:01 am
wah.. itu ya tips2nya ^_^
Comment by Syerren — August 22, 2005 @ 11:27 am
kok gw kayak kesinggung sih pas soal dada2!!! sialan!!
phw..
jadi gimana perasaan lo sekarang men?
Comment by saint — August 22, 2005 @ 12:36 pm
oh ternyata bgitu? huahuahuahuahua
Comment by sOfie — August 22, 2005 @ 4:20 pm
wait wait wait… ini berlaku untuk cowo ga bang? apa cowo emang jarang curhat kali ya? bahaya bgt nih kalo semua cowo se-jakarta pada nerapin siasat elo ini haha. but emang si gw si setuju. kadang2 gw suka tuned out gitu kalo lagi ngobrol ama orang… and mati kutu pas ditanya, “jadi menurut elo gimana nit?” so these steps help a lot. spt biasanya, kudos buat tulisan2 elu
Comment by Bellissima — August 22, 2005 @ 5:06 pm
TG wrote: “Jika saja kita pria mampu membuat wanita merasa didengarkan, kita setidaknya sudah merebut tiga puluh persen pertama dari hatinya. Sebaliknya jika kita adalah si macho yang selalu berbicara ngalor ngidul kemana-mana dengan ratusan anekdot terbarunya, kita tetap menarik perhatian wanita, tapi sama seperti mereka menyenangi acara radio dan TV favoritnya (yang bisa ia ganti kapan aja bila bosan!).”
Teorinya seh keren, tapi kita semua tau kenyataan gak seindah itu =P
Comment by Kriz — August 23, 2005 @ 12:52 am
hehehe i really agree on that… n yea…guys normally act as if they’d understand what u r trying to say but when u ask them if they got it, they wuld just smile n shook their head…PATHETIC>….
Comment by jeSs — August 23, 2005 @ 12:59 am
“Two thumbs up!”
Comment by Sapto (Mbot) — August 23, 2005 @ 1:21 am
jadi inget iklan yg gue pernah liat. cewenya bawel gitu curhat bla bla, si cowo nya kadang senyum trus nganguk, si cewenya bangga banget ama dia krn perhatian banget, padahal si cowo lagi nonton bola yang ada di tv di belakang itu cewek.
Comment by smoong — August 23, 2005 @ 3:36 am
PATHETIC !!
*banting pintu + main boneka*
Comment by N[a] — August 23, 2005 @ 3:41 am
tips tambahan:
jangan lupa bawa iPod
dan earphone yang gak kelihatan
dan tentu saja
isi dengan lagu-lagu favorit anda
rekomendasi:
naif - jikalau.mp3
Comment by richoz — August 23, 2005 @ 4:24 am
*nulis di notebook* hmm hmm hmm.. *angguk2*
Comment by Adrian — August 23, 2005 @ 4:26 am
terkadang wanita hanya butuh didengarakan saja, tidak usah dikomentarin dr org2 terdekatnya ketika ada masalah yg dateng, jd sanggupkah pria mnjadi good listener?
Comment by gita — August 23, 2005 @ 4:34 am
dinding-dinding juga bisa mendengarkan.. dan pasang pose tegak menatap setia.. mereka bahkan mengucapkan ’selamat malam, selamat tidur’ setiap hari.. ahak ahak
Comment by N[a] — August 23, 2005 @ 4:54 am
TG keseringan nonton What Woman Want-nya Mel Gibson ya???
#14. kalo isinya “crap” doang no need to be a good listener kan?
Comment by jesie — August 23, 2005 @ 4:59 am
monyet lu! brati selama ini gue curhat sama lu, gue ditipu abis2an… en selama ini lu cuma liat dada gue doang?
*marah*
hehehhehe
Comment by mee-a — August 23, 2005 @ 9:36 am
Wahahahha posting yang bener2 menarik!
Ngomong-ngomong blog kamu bener2 “pria” yah…
berbanding terbalik dengan blog gue yang “cewek banget”.
But it’s always nice to know what the other side is thinking!
Comment by Alia — August 23, 2005 @ 1:01 pm
gw cewe tp gw juga kadang menerapkan trik2 kaya gitu ke ce / co, dan kadang2 celetukan bodoh gw jd hal yg cerdas ketika gw ga tlalu mendengarkan..asik yah
Comment by pipit — August 23, 2005 @ 4:19 pm
*nganguk2* oww..gitu toh…Thanks deh om, buat tips2nya…
Comment by monica — August 23, 2005 @ 7:13 pm
waks, ekekek bagus tipsnya, triims…
btw buat masalah liat dada gimana yah, otomatis sih,
hahahah ^__^
Comment by ketek90 — August 24, 2005 @ 12:40 am
akhirnya dapet tips yang keren abis kalo lagi curhat sama cewe. kalo gw ga tau kenapa suka liat leher cewe kalo dia lagi curhat. hahahahaha
Comment by goiq — August 24, 2005 @ 3:51 am
hauhauhaua.. saya kalo curhat ama cewe ga pernah liat dadanya, tapi lehernya… hehehe. menatap matanya ngga terlalu sering, kasih komentar atas curhatnya juga ngga terlalu spesifik. karena rata-rata cewe memang cuma pengen berbagi tentang apa yang dia rasa sama seseorang. Ada beberapa malah yang langsung bete kalo curhatnya malah di komentari. hahahaha. misteri wanita…oh ya salam kenal yah…kalo akses inet gw ngga lemot, gw link blog lo yah..
Comment by goiq — August 24, 2005 @ 4:02 am
heheheh…dah saya link juga loh, btw yg ijo2 itu bukan swampthing tapi bapaknya swampthing ^__^
walah, saya masih kalah jago nih ma kk peter
masih baru didunia blogger memblogger
keep posting yaaaks, postingnya bagus2…
hehehe palagi yg anti gelang ^__^
Comment by ketek90 — August 24, 2005 @ 5:00 am
Whua…a….a…postingannya bermanfaat sekale…Kya postingan nya bakalan gw kasih liat ke kk gw neh,susah bgt deh klo dengerin org.hehehe…oia..masalah dada?ada apa dengan dada?
kan dada ayam enak tuh, pesan dada ya Pak satu! herehehhe
Comment by yoan — August 24, 2005 @ 6:47 am
Pengamatan yang mendalam nih, keren, tapi sudah terbukti dengan beberapa responden blom???
Yah, nanti kalo saya berhasil, berati bertambah satu responden… haha
Comment by yows — August 24, 2005 @ 10:53 am
dengarkanlah sebelum mendengar itu dilarang..
Comment by romster — August 25, 2005 @ 8:01 am
wah tulisan yang great. you are really rock man!
and btw, sorry for not telling you first for copying your writing into my blog- tempat catatan harian gue.
biar nanti bisa gue baca jika ada waktu luang.
and if you mind of this, just tell me friend, and i’ll surely erase it from my blog. kalau peter ada ngerasa keberatan, tell me ok.
and thanks anyway
salam kenal, andre
Comment by andre — August 25, 2005 @ 1:02 pm
Wah, telat baca nih..
lumayan buat kencan besok.. huahaha..
*catet-catet*
Comment by hericz — August 25, 2005 @ 5:47 pm
lol…dasar L-E-L-A-K-I,gituan aja pake tips :p
Comment by utHe — August 26, 2005 @ 8:46 am
Ya gitu deh.. emang susah kalo gak punya kharisma.. ngambil hati aja harus pake belagak jadi pendengar yang baik dolo, udah gitu, buat belagak pun masih harus pake rumus-rumus.. ck ck.. susah juga ya jadi cowo.. kasian..
Comment by N[a] — August 26, 2005 @ 2:59 pm
hmm… jadi kesimpulannya, DADA!
#31 : dan bodonya yg cewe, gak bisa bedain pura2 ama sungguhan!
Comment by blAck — August 27, 2005 @ 7:25 am
tips-nya begitu sangat mengesankan, apalagi pada point dada, hemmmm ternyata ??
cowok suka mendengarkan dan melihat di bagian dada, he..he..
tapi gak sampai ke bagian bawah juga kan?
Comment by ririn — August 29, 2005 @ 7:29 am
wah, 50% tulisan di atas mencerminkan gw banget .. hehee ..
kecuali yang DADA !! ..
Comment by [shige] — August 29, 2005 @ 5:47 pm