“Ya begitu deh, masa masih ngga ngerti?” kata seorang teman dengan nada gusar. Alasannya adalah karena mata saya yang terus terpicing dan berkerut, berusaha memikirkan apa maksud dari ceritanya.
Dia sudah bercerita lebih dari setengah jam. Mulai dari terbata-bata, melancar, terbata-bata lagi, sampai akhirnya gugur layu, kecapean menguras seluruh kemampuan otaknya. Semakin banyak ucapan yang ia sampaikan, semakin berakrobatik penjelasannya, semakin jauh rasanya saya tersesat.
Kita boleh saja mampu bercakap dengan jelas, memiliki kosakata yang luas, menggunakan kalimat majemuk dan susunannya yang benar, tapi tetap mengalami kesulitan mengutarakan apa yang sebenarnya ada dalam pikiran kita.
Sebuah penelitian menyatakan bahwa kesadaran manusia mampu menangani 5 hingga 9 item berbeda dalam waktu yang bersamaan. Ini yang menyebabkan kita sering mengalami disorientasi ketika hendak mengucapkan apa yang ada dalam pikiran. Saya yakin Anda pasti pernah, jika bukan sering, merasa kewalahan untuk mengujarkan cerita dalam pikiran.
Satu fakta penting yang perlu kita sadari adalah komunikasi dunia internal (otak, pikiran) kita berbicara dalam bahasa yang berbeda dengan komunikasi dunia eskternal. Dunia internal berbicara dalam bahasa visual. Ketika Anda sedang berpikir untuk mengucapkan sesuatu, apa yang pertama muncul dalam otak bukanlah susunan kata, melainkan sekelebat bayangan-pemandangan konsep apapun yang ingin disampaikan.
Segala sesuatu yang diproses oleh otak bermula dari visualisasi. Kita memvisualisasikan data dari kelima agen indra yang ada: penglihat, pendengar, pencium, pengecap, dan peraba. Ketika bercerita tentang masa lalu, otak kita memasang film bisu tentang apa yang dialami oleh lima panca indra. Anda bisa melihat bayangan diri sendiri yang sedang berbicara atau diajak berbicara, Anda bisa melihat bibir Anda bergerak-gerak, tapi Anda tidak bisa mendengar ucapan apapun di sana. Kumpulan film bisu yang entah bagaimana Anda bisa mengerti.
Bila Anda merasa bisa mendengar suara-suara dalam film tersebut, itu adalah hanya visualisasi suara yang masih jauh dari bentuk ucapan apapun. Dalam bayangan mental itu, mulut Anda berkomat-kamit tapi yang keluar hanya suara gerangan seperti ‘ah’, ‘uh’, ‘kh’, ‘gh’, dan ‘bh’. Anda tidak benar-benar mendengar ucapan apapun dalam otak, karena dunia internal berbicara dalam balon-balon makna, bukan balon-balon kata yang dikenal oleh mulut dan bibir.
Apa yang berikutnya terjadi adalah proses yang saya sebut subtitling atau pengkodean teks bahasa. Dunia linguistik biasa menyebutnya encoding-decoding. Otak mengaitkan sejumlah kata kepada balon makna yang ada, menyusunnya ke dalam struktur kalimat, lalu mengirim impuls data kepada mulut untuk diucapkan secara fisik.
Semuanya dari gambar bisu hingga muncul subtitling dan akhirnya keluar dari mulut adalah proses yang sangat kompleks, namun hanya memakan sepersekian detik yang sama untuk semua orang. Span periode yang sangat singkat adalah faktor pendukung lainnya sehingga seseorang sulit untuk mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya.
Saya yakin setelah mengetahui bagaimana proses otak Anda bekerja seperti di atas, kemampuan Anda untuk menyampaikan ide dan informasi kepada orang lain meningkat dengan drastis. Sama seperti ketika kita menjadi lihai bernyanyi setelah mempelajari proses biologi pernafasan. Selanjutnya saya ingin membagikan beberapa panduan lainnya yang memastikan Anda lebih puas menyampaikan apa yang seluruhnya ada di pikiran dan orang lain benar-benar menangkap pesan yang Anda inginkan.
- Hindari ruangan yang ramai orang lalu lalang atau suasana yang berisik. Kadang sulit untuk menemukan momen yang sesuai untuk sebuah percakapan, tapi bila ingin memastikan kemampuan percakapan yang maksimal, maka Anda perlu mengatur setting yang kondusif juga. Jangan menambah beban visual otak Anda lagi.
- Jangan asyik nonton film mental! Seperti yang sudah dijelaskan di atas, salah satu penyakit klasik orang yang sulit mengujarkan pikiran adalah karena otaknya terlalu sibuk memasang sejumlah film ini itu tentang apa yang ingin diceritakan. Otak memiliki ruang studio itu seperti sebuah layar putih lebar yang bisa Anda proyeksikan apa saja. Ketika muncul satu frame animasi, langsung ciptakan subtitle di bawahnya. Jangan biarkan frame film tersebut berjalan terus dan menikmatinya terlalu jauh, hingga akhirnya kewalahan untuk mengartikan itu semua ke dalam bahasa ucapan.
- Buka telinga dan dengarkan suara Anda sendiri ketika mengucapkan kata-kata. Saya sering melihat orang yang tertekan karena lawan bicara tidak dapat menangkap maksud ucapannya, karena ia sama sekali tidak mendengar apa yang diucapkannya sendiri. Anda akan terkejut mengetahui betapa seringnya ucapan Anda meleset dari apa yang sebenarnya ada dalam pikiran jika menyimak rekaman pembicaraan Anda dengan orang lain.
- Biasakan rephrasing ucapan terakhir dari lawan bicara. Rephrasing adalah menyusun pernyataan ke dalam bentuk yang lebih singkat dan menggunakan bahasa sendiri. Misalnya bila saya terakhir berkata, “Semua itu terjadi dengan begitu cepat, gue ngga sempet ngapa-ngapain lagi,” maka Anda dapat menyebut ulang, “Oh, terlalu cepet sampe ngga bereaksi.” Ini dapat dilakukan dengan benar-benar menyuarakannya, atau hanya sebatas suara mental saja. Ketika melakukah rephrasing, Anda sedang mengingatkan kepada diri sendiri tentang ide yang sedang dibicarakan orang lain, membantu otak agar berjalan dalam satu garis lurus yang jelas. Fokuskan input, maka output akan ikut terfokus.
- Biarkan tubuh Anda ikut berbicara. Menurut penelitian, kemampuan berbicara manusia hanya berbobot 20% dari seluruh komunikasi yang terjadi. Ini berarti 80% dari informasi yang kita dapatkan dalam sebuah percakapan berasal dari penggunaan bahasa nonverbal atau bahasa tubuh! Jadi bayangkan betapa minimnya informasi yang Anda sampaikan bila Anda bersikap dengan kaku, menahan semua gerakan tangan, atau menyatakan sesuatu dengan nada yang datar.
- Berbicara dan berolahraga. Ketika tubuh dibiarkan berbicara, aliran komunikasi terbagi dengan rata sehingga Anda tidak akan terfokus untuk mengeluarkan semua ide di kepala lewat mulut / ujaran saja. Jangan pernah berdiri atau duduk dengan posisi yang sama lebih dari tiga menit berturut-turut. Ubah posisi, bergerak-geraklah, menggeliat, mengendur, apapun. Peregangan ini membantu otak menjadi rileks dan santai untuk memproses dan menyalurkan apa yang ingin dia sampaikan. Tapi bila dilakukan berlebihan justru mengganggu proses berpikir.
- Berbicara sedikit di bawah kecepatan normal. Masing-masing kita memiliki kecepatan yang bersifat konstan dalam setiap percakapan. Kecepatan yang selalu Anda pakai secara otomatis, itu adalah kecepatan normal Anda. Kecepatan memang bukan faktor yang krusial, namun saya menemukan bila dapat menekan laju tersebut di bawah normal, maka Anda memberikan periode waktu yang cukup legang untuk otak mencari formula dan kata-kata yang tepat.
- Berbicaralah seperti anak kecil yang apa adanya. Seorang anak tidak memusingkan apakah ia memakai bahasa yang keren atau varian kata yang tercanggih. Ia hanya peduli pesan yang disampaikannya dimengerti oleh lain. Kita sebagai orang dewasa sepertinya semakin kehilangan hal tersebut. George Orwell, seorang novelis dan komentator budaya, menyebutkan bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk kehilangan kemampuan berbicara dengan “bahasa yang kuat, nyata, dan normal” seiring perkembangan intelektualnya. Kecanggihan pilihan ucapan atau cara menyampaikannya tidak menjamin pesan tersampaikan dengan sempurna.
- Dan terakhir, gunakan ilustrasi, analogi, metafora. Berhubung dunia internal kita berurusan dengan gambar-gambar, mengapa kita tidak bercerita dengan gaya bahasa penggambaran juga? Selain itu analogi juga alternatif yang bagus daripada menggunakan jargon-jargon tinggi seperti pada poin sebelumnya.








Wah lumayan buat belajar ngomong hehehe…
*lama ga ke sini deh…*
Comment by Fannie — August 29, 2005 @ 6:57 am
wah om, leot na keren :p kayak punyanya http://gomezone.blogsome.com hueheue.. anyway, pa kabar? baek2 aja khan?
Comment by tuteh — August 29, 2005 @ 9:36 am
kayaknya saya termasuk orang yg suka salah dan sulit dalam mengungkapkan pikiran2 saya..dan saya juga orangnya ceroboh sekali..
Comment by Ling — August 29, 2005 @ 10:16 am
Hm.. thanks dah post about it. Gw juga masih perlu tuh blajar biar lebih komunikatif lagih. Gw juga masih cenderung kaku, terutama sama orang yg blom cukup gw kenal cara berpikirnya. Maksud gw, gw lebih milih diem buat ngindarin salah persepsi, soalnya males ngoreksinya. :-p
Comment by IndraSaree — August 29, 2005 @ 10:28 am
g.. ge.. gee… gu..gu.. gue..
ga ngerti, lo ngomong apaan sih!!
busyet dah!!!…
ahak2..
shitf of blogism nih!!!..
kamu mulai tua men.. ga gini ah harusnya..
ok2.. ok2.. gw ngerti..
hah? apaan? jadi begitu?/
duh…
*hem… aneh.. ahak2.. how to NIKUNG donk next blog, ahahaha..
Comment by saint — August 29, 2005 @ 12:40 pm
iya sech.. kadang kita gak selamanya bisa nyambung untuk cerita dengan orang lain.. ada saatnya kita lemot.. atau gak konek.. sama aja kaya internet.. kalo lom bayar khan putus.. *nyambung ga yah ?? *
Comment by viga — August 29, 2005 @ 3:59 pm
wah, artikelnya bagus banget nih, lumayan buat belajar belajar .., kerenn kerenn .. ..
-= da blue luvr =-
Comment by [shige] — August 29, 2005 @ 4:28 pm
“Dalam bayangan mental itu, mulut Anda berkomat-kamit tapi yang keluar hanya suara gerangan seperti ‘ah’, ‘uh’, ‘kh’, ‘gh’, dan ‘bh’”
bh? Bh itu ada di dalam imajinasi elu? haha..
Obviously, you are very communicative… I stumbled upon conversation sometimes… especially when i dont like talking to him/her in the first place….
Speak up the words!!
Comment by Imelda — August 29, 2005 @ 10:05 pm
biasanya sih lebih memudah mengungkapkan sesuatu melalui tulisan ketimbang ngomong langsung
Comment by linda — August 30, 2005 @ 12:48 am
*pake bahasa tubuh*
*ngeludah, cuihh*
hahaha.. erm.. keren sih buat blajar ngomong. terkadang memang sangat susah sekali…
Comment by Adrian — August 30, 2005 @ 1:59 am
bersahaja.. cendekiawan.. –> ciri2 orang berpendidikan tinggi
Comment by hiccup — August 30, 2005 @ 4:22 am
standupspeakup.com
Comment by cerberus — August 30, 2005 @ 5:20 am
hey .. very interesting article.
just curious, so how did u get the whole idea about this? tahu-tahu aja kepikiran, terus wrote down what you know about the topic? or .. setengahnya dapet ide dari sesuatu yang lagi loe baca … or …
cuman, kaget aja. interesting banget kalo mendadak loe kepikiran hal kaya gini, dan juga panduan-panduannya.
:)
Comment by kabul — August 30, 2005 @ 10:50 am
wah interesant, menurut gw itu semua gak terlepas dari kerjasama otak kanan dan otak kiri dan konsentrasi pada saat berbicara, klo lagi ngobrol tapi otaknya mikirin makanan ya jelas aja kacau. Satu lagi, ada pepatah bilang, alah bisa karena biasa.
btw tengkyu buat tarian pom2nya, huehueheu
Comment by ketek90 — August 30, 2005 @ 11:44 am
Sepengenalan gw loe kan punya kepekaan linguistik dan bahasa non verbal gitu Pete, jangan2 temen loe AGJ ya sampe loe ngga bisa nangkep maksudnya [ketularan Foeh nih pasti].. Kursus di Citos dulu sana.. Ahak ahak..
Darn. Baru mampir di smoong. Giling loe guyonan soal human button. You’re sick man !! *bergidik beneran bayangin film ‘Girl, Interrupted’*
Comment by N[a] — August 30, 2005 @ 3:04 pm
Sumpe gw masih kebayang itu lagu latarnya:
‘why does the sun, goes on shining.. why does the sea rush to shore.. don’t they know, it’s the end of the world.. coz you don’t love me anymore..’
dan cewe itu.. darn.. You’re sick man !!
*duduk meringkuk di pojok sambil memeluk erat boneka teddy bear*
Comment by N[a] — August 30, 2005 @ 3:11 pm
Makasih bang atas sarannya. Oke lho!
Comment by Pei^-^ — August 30, 2005 @ 4:45 pm
duh.. klo kebelet mo ngrumpi mana inget??
Comment by ira — August 30, 2005 @ 7:30 pm
Tergantung yang diajak berbicara.
My general rule of thumb is : KISS (Keep It Simple Smarty).
Ngomong ke orang planet Mars, ya pake bahasa Mars.
Ke warga Venus, ya pake bahasa Venus.
Tapi untuk semua planet, sederhana adalah segalanya.
Comment by andry — August 30, 2005 @ 7:36 pm
Hemm, speak up my mind? Thank you for visiting my blog. hehehe.lam kenal.speak up your mind yah, yang penting adalah bahwa kita harus tau dulu konsep pembicaraan kita dan juga tau konsep pemikiran orang lain.itu si menurut aku yg bodoh dan suci ini
Comment by dhika — August 30, 2005 @ 8:36 pm
kalo udah 3 bahasa dalem sehari ahhhhh …. i hate myself to stop talking when i don’t finish yet
btw, TrueGossiper.blogspot.com, inget gw gak? *mungkin kalo URL baru kmu bakal nggak tau, or don’t realise who i am hihi!*
tebak2 deh ….
Comment by anonymuis — August 30, 2005 @ 9:02 pm
hi3x… kalau gue kurang ahli dalam memberi penjelasan… udah sering di komplain sama ortu ^_^
Comment by bri — August 31, 2005 @ 5:25 am
numpang speak up my mind. i hate it i hate it i hate it ! i hate it when i really wanna pee but all bathrooms are occupied
Comment by smoong — August 31, 2005 @ 7:55 am
hehe.. baca blog km ngeri banget, tapi seru.. spertinya km ni ga setuju ma trend yang lagi melanda dunia net.. mulai dari Blog FS ampe gelang putih juga dikritik.. hihi.. But It’s Cool.. Gw menghargai pendapat lu, sekalian tambahin, soal gelang2an.. Shampoo Clear jg kan bikin tuh, beli samponya yg ukuran gede dpt gelang dan Rp. 500 disumbangin ke yayasan apa kali.. I think It’s great.. bantu orang lain yang ga punya kesempatan seperti kita2 ini.. hehe.. waddya think..
Comment by Dendy 'Ade' — August 31, 2005 @ 6:59 pm
Hi Peter
Thank you udah mau mampir dan komen. Salam kenal
Comment by Budi — September 1, 2005 @ 12:06 am
kok..kyanya pernah baca artikel ini dimana yach?hehehehe. Pa kabar bro?Dapet salam dari kopdar kawakakakaka
Comment by yoan — September 1, 2005 @ 1:19 am
Ngomong pake struktur dan kosakata yang rumit punya kepuasannya tersendiri man. You know it. And you like it too
Comment by kriz — September 1, 2005 @ 7:24 am
“Apa yang berikutnya terjadi adalah proses yang saya sebut subtitling atau pengkodean teks bahasa. Dunia linguistik biasa menyebutnya encoding-decoding. Otak mengaitkan sejumlah kata kepada balon makna yang ada, menyusunnya ke dalam struktur kalimat, lalu mengirim impuls data kepada mulut untuk diucapkan secara fisik.”
gimana klo pas saat penyusunan struktur kalimat, terjadi error problem ? ato some damage ?
keknya gue lagi gitu tuh, ngomong suka kebalik2 n ga terstruktur. mengapa coba ? coba mengapa ?
Comment by HnY — April 7, 2006 @ 9:13 am
how to speak profesional
Comment by Ernny — May 5, 2006 @ 10:08 am
Nice site!
[url=http://kttryghy.com/kxgo/tnit.html]My homepage[/url] | [url=http://qbfaixsf.com/xsgs/nhak.html]Cool site[/url]
Comment by Roy — May 8, 2006 @ 2:06 pm
Good design!
Comment by Heidi — May 9, 2006 @ 9:47 pm