September 5, 2005

The Problem with Pacaran

Filed under: World Out There

Saya tidak mengerti apakah ini hanya masalah bahasa, atau termasuk konsep yang sembrono, yang jelas ‘pacaran’ adalah kata yang paling saya benci dalam kamus bahasa indonesia.

Pacaran adalah miniseri horor dimana kedua tokoh utama bermain-main dengan komitmen ala pernikahan (hanya saja lebih parah, karena untuk uji coba) yang berisi parade topeng melankolia kualitas terbaik di satu hari dan hingar bingar tangisan-serta-tuntutan kejam di hari lain, sambil terus menipu diri bahwa semuanya itu normal dan akan berubah menjadi lebih baik.

Setidaknya itu yang sangat kental terjadi di budaya kita.

Semua orang berkompetisi untuk mencapai status yang disebut pacaran. Rasanya enak sekali menjadi seorang pacar dan disebut sebagai pacar oleh seseorang. Ada sebuah kebanggaan tertentu yang membuat hidup rasanya lebih memuaskan.

Kalau bertanya tentang arti pacaran, ada yang jawaban sebagai sarana untuk mengenal satu sama lain. Tapi jika memang sederhana, edukatif, dan bahkan menyenangkan seperti ini, lalu mengapa sampai ada acara nangis-nangis karena sakit hati ini itu, berantem mulut dari ketemuan-lalu-ditelepon-terus-lanjut-lagi-di-SMS, saling nuntut-nuding lengkap dengan omongan yang ngga kira-kira?

Kalau memang hanya untuk mengenal satu sama lain, kenapa perlu sampai repot-repot ke sana? Cukup sudahi saja karena hubungan itu memang tidak berhasil, habis perkara.

Kita sangat bersalah ketika menganggap diri terlalu serius dalam hal romansa. Siapa lagi kalau bukan berkat didikan komik dan film yang memupuk rasa penasaran kita untuk mencicipi kue bernama Pacaran itu, bahkan sekalipun masih berusia kelas 6 SD!

Ketika kelas 5 dahulu, seorang cewek memperkenalkan diri di depan kelas sebagai anak murid pindahan dari Palembang. “Kiyut! Bisa jadi pacar ga ya?” pikir saya saat itu. Saya bisa ingat jelas kejadian itu, tapi yang saya tidak ingat adalah darimana dapat konsep pacaran itu.

Sepertinya kita tidak hanya jago pura-pura dalam berpacaran, tapi juga dalam mengartikan apa itu pacaran, karena kita hanya mendefinisikannya sebagai “proses pengenalan lawan jenis, baik itu sifat, watak, tingkah lakunya,” sebatas mulut saja.

Apa yang kita lakukan lebih dari itu.

Bahkan sering sama sekali bukan itu.

Kita meyakiti pasangan kita (dan juga diri sendiri!) atas nama cinta dan komitmen. Kita membuka diri untuk kekerasan emosional dalam sebuah hubungan yang bahkan belum tentu akan menghasilkan apa-apa.

Dan bila pacaran berakhir, kita tidak sabar untuk mencari target baru dan segera memulai yang baru lagi dan mengulang rasa sakit itu kembali.

Berulang. Lagi. Dan lagi. Dan lagi. Dan lagi.

Kita menjadi ahli dalam menyiksa diri sendiri. Mungkin ini alasannya saya banyak bertemu dengan orang yang begitu kehilangan semangat hidup.

Begitu muak dengan kegagalan dan drama, seperti cerita seorang gadis kecil yang sudah 15 kali pacaran di usianya yang ke-16.

Ada sesuatu yang hilang di sini. Pacaran, itu bukan kata maupun konsep yang menyenangkan. Saya pribadi selalu menggunakan ‘dating‘ atau ‘kencan.’

Itu jauh lebih menyenangkan. Ringan, less demanding, santai, more playful, jauh lebih nyaman yang memungkinkan banyak kesempatan untuk lebih terbuka, apa adanya, dan saling belajar.

Seorang teman sempat menyebutkan bahwa dating sebagai proses pra-pacaran. Memang ada benarnya, tapi saya lebih suka sekaligus menghilangkan konsep pacaran itu sendiri, sehingga yang urutan ideal yang ada adalah dating - engagement (tunangan) - marriage.

Ini atas pertimbangan bahwa Pacaran tidak bisa disamakan dengan Engagement; masa anak umur SMP yang lagi pacaran jadi sama dengan persiapan sebelum menikah? Atau bila menambah pacaran dalam urutan ideal di atas (setelah dating), maka hubungan jadi terasa terlalu panjang dan rumit.

Pacaran tidak lain dari tahapan absurd yang kita buat sebagai alasan untuk bermain-main, baik fisik maupun mental, dan pada saat yang sama, untuk menciptakan rasa aman palsu bahwa keduanya sedang melakukan sesuatu yang berguna atas nama cinta.

“Momen untuk mengenal satu sama lain” adalah pengertian dating yang kita curi untuk Pacaran, tapi tetap saja tidak melakukannya sebagaimana disebutkan.

Pacaran is a degrading term for your romantic life.
Please refrain whenever possible.

49 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://truegossiper.blogsome.com/2005/09/05/the-problem-with-pacaran/trackback/

  1. ah saya sih lebih menginginkan pacaran gaya “dating”.. hanya saja, pihak lelakinya tuh gak pernah mau ngerti, ngekang mulu.. emang lelaki tuh banyak yang posesif dan gak dewasa

    Comment by hiccup — September 5, 2005 @ 2:36 pm

  2. ah keren…
    gw link ah..
    dies2, gw mau dating aja deh.. haha

    Comment by saint — September 5, 2005 @ 2:56 pm

  3. kata ‘pacaran’ sendiri entah datang dari mana.

    Comment by smoong — September 5, 2005 @ 6:18 pm

  4. Pacaran deals with a lot of commitment. And perhaps being single all the way before hitting the altar is the best idea… tapi karena kita manusia yang sangat egois.. kita suka mengakui dan mengikat orang lain menjadi MILIK kita *stampel “THIS GUY/GAL is TAKEN”… and often we are labeled to be selfish kalo cuman maunya dating mulu terus nikah.

    Pacaran is quite painful… but sometimes, it can be really lovely especially when ur girl friend would stand up for you in your high and low…

    Maybe you have not find the ‘one’ …
    *whatever that means*

    =)

    Comment by imelda — September 5, 2005 @ 8:36 pm

  5. Makanya, nikah dong, nikaah!

    Comment by hericz — September 6, 2005 @ 12:45 am

  6. TeGe… Mantap man tulisan2 loe… I always frequently come to this blog to check ur update. Anyway… Nice job… Thx buat masukan2nya…

    Trus mo comment dikit dgn konsep pacaran loe di atas hehehe… Well… Gw setuju sich konsep dating loe, cuman I dunno, gw berpikir perlu juga kita menetapkan suatu ’status’. Mungkin buat loe ini ngak penting kali ya, dah langsung engagement. Ya kalo gw pikir perlu sich. At least kalo dah tau statusnya, apa yg gw tuju dalam pacaran ini adalah mempersiapkan 2 sisi baik gw or ce gw u/ siap masuk ke dalam pernikahan. Itu sich pandangan gw.

    Cuman gw harap sich, ya sesudah berubah statusnya jadi pacaran, gimana kita jalan biasanya itu ngak berubah. Ya spt dating yg loe maksud itu. Soalnya menurut gw, kalo u berubah, kesannya dibuat2, akhirnya putus… Gitu deh… Ciaoo… GBU

    Comment by ty_up — September 6, 2005 @ 2:51 am

  7. wah wah wah, masak tukang sulap membahas soal pacaran. Konsep yang elo sebut tentang dating-engagement-marriage itu khan lebih dikenal dengan istilah ‘courtship’ yang dipopulerkan oleh Joshua Harris, penulis “I kissed Dating good bye”. Tapi konsep elo bermasalah kalau diadu dengan konsep anti-HTS (Hubungan Tanpa Status). Maksudnya banyak cewe merasa gak nyaman kalau statusnya gak jelas…alias dibilang pacar bukan, dibilang bukan pacar juga bukan. Nah lho, gimana elo ngadepin cewe dengan konsep kayak gini?

    Comment by Jed — September 6, 2005 @ 6:57 am

  8. lagi2 kisah dua insan “fechar - contrato - la unión”.
    Ya mungkin pendapat dan dengan pengalaman pacaran masing2, maka kita bisa mendefinisikan arti pacaran ituw. Kalo anak umur 16 yang pacaran, mungkin kata pacaran itu ga cocok, cocoknya cinta monyet ^^
    jadi mungkin urutan ideal konsep pacaran itu, bisa kek gini Cinta monyet - dating - engagement - marriage hehehehehe…*more complicated i think*

    to. tg..buruan dating karena jaman cinta monyet lu dah lewat , tapi kalo mao langsung engagement juga gpp dewh…lu dah cukup umur untuk itu ;p

    Comment by moniq — September 6, 2005 @ 8:42 am

  9. ayo tg. tunggu apa lagi ! udah cukup umur kan, dont’ live in the past *kipas2 pengunjung biar penasaran ama personal lifenya tg :p*

    Comment by smoong — September 6, 2005 @ 9:24 am

  10. tg abis kepaitan ama yg namanya pacaran neh…….

    Comment by black — September 6, 2005 @ 9:54 am

  11. :D Hi TG, apa kabar euy? :P Gw emang udah lama nggak nongol di outcasts, begitu jg dengan forum2 yang biasa gw ikutin. Lagi sibuk nyiapin rencana back for good akhir taon ini.

    Anyway, jadi istilah pacaran itu nggak sama dengan dating or kencan yah? Gw pikir sih sama aja :P .
    Beda istilah doang. Apapun yang diperbuat tergantung ama individu yang terlibat.

    Gw and my hubby nggak pernah bilang dating, tapi pacaran untuk term sebelum marriage yang kami lalui. Kami jg nggak ada engagement, tapi langsung lamaran (few months sebelum marriage). Tapi prinsip yang kami pegang seperti konsep LSD (Love Sex and Dating) gitu deh.

    Comment by verli — September 6, 2005 @ 10:20 am

  12. pacaran penting itu…
    gw kalo pacaran itu
    biar ada yg dicium
    biar ada yg meluk
    biar ada yg nganter2
    biar ada yg jemput
    biar ada yg nraktir

    hiahiahiahiahiahiahiaa

    yawez…
    nggak usah pacaran
    langsung kawinin ajah
    :D

    *jamnya lagi error*
    huahuahuahua

    Comment by bubbz — September 6, 2005 @ 1:06 pm

  13. wow, artikelnya keren! :) convincing. and you’re a great writer! :) tapi menurut gw, you’re talking about a colloquial expression that often defines a ’special’ relationship between two people. change the word ‘pacaran’ to dating, kencan, bahkan ‘pisang’ pun, the end result will be the same. my point is either way (using pacaran ato kencan), people will still abuse it.

    Comment by pemimpi — September 6, 2005 @ 2:06 pm

  14. Menurut gue, masa pacaran itu ya engagement term KALO pihak yang bersangkutan itu orang2 dewasa. Tapi kalo masih anak2 sih pacaran itu cuman istilah buat dating kali yah menurut definisi lo.

    Intinya ya gue setuju deh sama moniq dgn konsep “cinta monyet”-nya…

    Mmmm… tambah dipikirin tambah bingung! @_@

    Comment by cecil — September 6, 2005 @ 4:32 pm

  15. Setuju sama pemimpi. Mungkin beda istilah aja.. Eventho mereka di luar ngga ada istilah ‘pacar’ [kecuali untuk ABG-nya kali ya ?], tapi praktek dan etikanya sama aja.

    Mungkin mereka emang gak officially ‘tembak’2-an dan pasang tali kekang ini-itu. But still Carry Bradshaw di Sex and The City juga upset ‘diputusin’ hanya lewat selembar tempelan Post It [meski term yang digunakan juga bukan ‘putus’ alias ‘break up’].

    Tho mungkin mereka gak punya ritual dan protokol baku hanya untuk ‘memutuskan’ hubungan. N kadang itu bisa sesimpel: ‘I’m seeing someone else’ atau ‘I don’t think we can see each other anymore’. Tapi tetep ada batas-batas yang dijaga. Dan tetep ada pola etika gimana harus berurusan dengan pihak ke-3. Perhaps only mature people yang bisa apply this wisely, despite of all the freedom dan kesepakatan2 yang ‘loose’ [kalo dibandingkan dengan protokol2 kita dari PDKT, nembak, nunggu jawaban, peresmian dan sekian butir GBHN untuk menjatuhkan talak2 sampe akhirnya memutuskan hubungan].

    Eniwe mungkin Carry sama sensitif dan konvensionalnya seperti gw, n that’s why I like watching Sex n The City :)

    However, mengamati pandangan2 orang tentang pacaran memang selalu menarik. Ada yang suka terikat lebih dulu untuk memulai proses, ada yang sebaliknya memandang keinginan terikat merupakan ‘konsekuensi’ suatu hubungan yang berjalan dengan baik [perbandingan yang mungkin analog dengan konsep popularitas di dunia seni peran/entertainment, tujuan utama atau konsekuensi prestasi ?].

    Ada juga yang berpandangan tujuan pacaran adalah menciptakan hidup yang ‘lebih baik’ [dan begitu ekses pacaran terasa negatif then it’s time to end it]. But then konsep seperti ini akan berbenturan dengan waktu [biological clock perempuan], dengan isu agama [pacaran beda agama], dst. Apa yang baik dalam konteks present oriented, belum tentu baik diliat dalam jangka panjang. Tho ini bagus karna membuat pacaran lebih rileks dan less demanding. Dan ‘pindah ke lain hati’ tidak bisa dipandang sebagai kekejaman.

    Either way, wacana memang seringkali berbenturan dengan prakteknya dalam realita. Human relationship selalu melibatkan banyak faktor X yang unpredictable.

    Soal tunangan, yang gw denger dari orang2, sekarang banyak yang males tunangan. Soalnya itu juga bukan jaminan kok. Jadi kalo emang udah sreg, langsung arrange untuk nikah aja. Lebih pait boo, kalo udah tunangan, gak jadi pula.. Ahak ahak..

    Comment by N[a] — September 6, 2005 @ 4:45 pm

  16. hulo…bro finally I’m back. Phuiff…acaranya berjalan dengan lancar.
    Hahaha…ada juga ternyata bahasan tentang pacaran.
    Lebih memilih berteman lebih dekat dari pada pacaran. Hehehehe…Nice job n very informative story.Nice job bro.Btw di link yach ;)

    Comment by yoan — September 6, 2005 @ 7:12 pm

  17. pacaran…. hmmmm jd pengen pacaran neeh….

    *lirik2 cewek di sebelah*

    Comment by rendy — September 7, 2005 @ 12:20 am

  18. Sampe sekarang emang belom ada definisi tepat dari pacaran dkk. Berhubung kata yang umum adalah pacaran, ga masalah buat gue untuk memakai tuh kata. Yang jelas, status penting buat gue soalnya manusia itu susah untuk menjalankan kebebasan yang bertanggung jawab. Berhubung gue juga sering dibikin pusing sama masalah pacaran (udah pusing sama pihak kedua, pihak-pihak ketiga keempat dst juga lebih sering nambah beban lagi!) jadi ya ga tau deh, yang penting idup jalan terus. ^^

    Comment by Pei^-^ — September 7, 2005 @ 2:47 am

  19. Mumpung lagi rame masalah relationship,…Doa’in gw yeh, Desember mo Nikah…hehehehe setelah engagement on May kemaren… :-)

    Comment by jesie — September 7, 2005 @ 4:11 am

  20. halow juga Truegossiper hehe n Lam kenal juga. Btw doyan gosip yah??? Gosiper sejati euy. Thanx 4 steppin’ by to My #1 Spot.

    Comment by Ad@m — September 7, 2005 @ 6:27 am

  21. pacaran.. cuma sebuah hubungan yang ga pasti,hanya ikatan maya yang membiarkan diri mereka dikekang, dan dibatasi dengan rule2yang dibwat sendiri. weks.. gw sendiri ngejomblo selama 17 taon

    Comment by Lia — September 7, 2005 @ 7:31 am

  22. Sebelun menghilangkan kata “pacaran” dari kamus gue, minimal gue pengen pacaran beberapa kali lagi dunkkk :P

    Comment by Kriz — September 7, 2005 @ 10:40 am

  23. nyeh… aku jomblo(g)! :P

    Comment by puty — September 8, 2005 @ 1:12 pm

  24. P-A-C-A-R-A-N=Complicated :p

    Comment by utHe — September 8, 2005 @ 4:58 pm

  25. I seriously thinks that cupid needs a new pair of glasses….

    Comment by spin — September 9, 2005 @ 4:37 am

  26. pacaran? hm…

    Comment by azil — September 9, 2005 @ 10:00 am

  27. pacaran, konsepnya kan untuk saling mengenal sebelum memasuki jenjang pernikahan.
    Tp klo jaman sekarang bukan hanya untuk saling mengenal, tapi juga untuk saling mencicipi pasangan. seenggaknya itu yg gw liat dari sekeliling gue

    Comment by ketek90 — September 9, 2005 @ 1:11 pm

  28. Honestly a date is a lot tasty compared with “pacaran” coz ga rumit, ga terikat. Tapi dalam hal ini mau ga mau gue harus setuju sama Jed, jangan abaikan cewe2 yang ga suka dengan “HTS”. Kesannya malah seakan menghindari status gitu, apakah karena takut komitmen?

    Comment by Juli — September 10, 2005 @ 11:02 am

  29. It’s complicated.
    Btw, gue kangen ngeblog lagi.

    P.S. spanks :)

    Comment by Reena — September 10, 2005 @ 11:56 am

  30. Tolol deh orang2

    Istilah Pacaran di Indonesia itu beda banget ama dating.
    Dating itu = kencan, konotasinya kalo diluar sana emang bisa menjurus hal2 yang diinginkan.
    Dating itu bisa sekali ato berkali2 dilakukan dalam jangka waktu tertentu, tapi kalo pacaran konotasinya hubungan/ niatan.

    Tapi kalo pacaran itu kata ahli sosial di Indonesia sih proses untuk saling mengenal.
    Bagus kan kita kenal ama calon pasangan hidup untuk keputusan berikutnya yaitu saling memberi dan menerima. Kalo belum kenal ato ga cocok setelah kenal lebih jauh ya jangan memberi dan menerima dalam artian melanjutkan ke jenjang pernikahan.

    Kalo musti nikah sama orang ga kenal itu sih namanya melanggar hak asasi!

    Comment by Nova — October 3, 2005 @ 6:36 am

  31. menurut gw yang namanya pacaran tu ga perlu da hubungan fisik dlm tanda” ” ya pasti dah pada tau kan?????????
    Menurut gw pacaran itu yang penting harus mnjaga pasangannya
    - dari godaan cowok2 brengsek
    - dan yang penting menjaga dari hawa nafsu yang jadi cowoknya itu tu……….. tul ga?????????
    - dari

    Comment by mellysa — October 6, 2005 @ 4:55 am

  32. keren!! x)

    Comment by Nitchy — October 9, 2005 @ 1:48 am

  33. Yah, pacaran itu untuk dinikmati. Soal ‘pacaran’ adalah hak semua orang… En kalo ngak pacaran terus langsung nikah.. Mau??
    Butuh waktu untuk mengetahui tahap seberapa serius dia bisa berhubungan dengan kita..

    Yesss… mantap man ..jadi u mau langsung merid??
    Bagus-bagus

    Comment by michael — October 26, 2005 @ 5:59 am

  34. “Kalau aku sudah umur 20 tahun, boleh gak pacaran?”

    Comment by zien — November 7, 2005 @ 2:21 pm

  35. gila jaman skarang ce&co so pastie ngelakuin apa yang gak seharuznyamereka lakui maybeee….emank mereka fikir itu baik tapi khan selalu ending ma nereka…

    Comment by agnez — February 15, 2006 @ 10:24 am

  36. buat pejantan2 tanggung: gua taau’..saat lu penasaran dapetin bidadari kampus.saat dapet, HARKAT lu naek dimata pejantan2 laen.saat pengakuan lawan2 lu mulai pudar, yang ada adalah kewajiban2 membosankan sebagai “seorang co setia”.lu bosen..trus lu putusin.Trus lu ga nyangka kalo itu Fatal buat atinye.(lu kata : Ampe segitunyeee…)
    Lu tau gak :
    - Perasaan ce tu lebih peka dari keliatannya
    - keterikatan = hubungan biologis bagix, kayak elo sama syahwat.

    Comment by miqdad — February 26, 2006 @ 4:04 am

  37. Good design!
    [url=http://gnvhpmqx.com/rpqw/cjhx.html]My homepage[/url] | [url=http://eykrjusm.com/duqy/ntwt.html]Cool site[/url]

    Comment by Dean — May 8, 2006 @ 2:06 pm

  38. Great work!
    My homepage | Please visit

    Comment by Naomi — May 8, 2006 @ 2:06 pm

  39. Gw paling setuju sama pendapatnya mellysa (no.31), PLUS tentunya saling mengenal pribadi masing-masing dari pembicaraan dan sikap yang tidak dibuat-buat or dicakep-cakepin. So, bukannya seperti mimpi indahnya kaum jomblo yang terobsesi punya pacar :-D

    Kencan, menurut gue juga tidak memberi kepastian hubungan.Meskipun, enaknya ya, ngga terikat alias ngga beban. Asal jangan ngerugiin aja, pake cium-peluk dengan mudahnya. Khusunya cewek kan, ngerasa dong, seperti digampangin gituh, biarpun udah dibayarin makan :-P .

    “Bersahabat” dulu, gitu kali ya, Pete? (gimana bisa hidup berdampingan, kalo sehari-harinya gak bisa bersahabat?)

    Comment by Indrasaree — May 9, 2006 @ 1:27 pm

  40. mampir ach…….
    Pacaran cuma bikin titit atit…hak hak

    Comment by `GWe — August 8, 2006 @ 11:24 am

  41. Eh, tapi klo pacarannya kayak sahabat deket atau kayak adik-kakak gimana?

    Comment by ultrazzuri_lovyze — October 26, 2006 @ 1:57 pm

  42. siapa sih yang ngga capek ngejomblo? makanya visit hitmansystem.com : solusi anti jomblo yang kamu tunggu-tunggu…

    Comment by truegossiper — February 20, 2007 @ 3:38 am

  43. pacaran yang paling menjengkelkan adalah dimanfaatin

    Comment by puji setiawan — March 29, 2007 @ 12:43 pm

  44. kk artikel nya bagus bgt.. :x :
    benar juga sih, sebenar nya maksud dr pacaran tesebut sedikit rancu (brubah sesuai perkembangan jaman)
    sekedar crita aja, dlo awal nya (waktu SMA) kluarga gw setuju2 aj gw punya pacar..) suka curhat ma tante2 gw, but blankangan pas dah 2 SMA gitu d larang dg alasan itu sesuatu yg ga berguna, gw pikir2 benar juaga sih, kecuali klo mang dah ngerencanain buat Menikah. bahkan udah mo Nikah. “sudah pasti (bukan rencana lg)”. karena pada dasar nya pacaran itu buat saling mengenal lbh dr seorang sahabat “nyari pasangan” huhuhu KALAU BLOM MO NIKAH ” ngapain pacaran ga da guna nya kan, sia2 bgt , cuma dapat kesenangan sesaat, mending sahabataN aj, jauh lbh bearti :D . itu sih pemikiran gw pas waktu duduk d bangku STM …, lagian kluarga gw blang anak2 sekarang beda bgt ma anak2 tempo doelo.. klo dulu cuma ajang mengenal satu sama lain,sekarang mah saking kenal nya …. , ckckckckc .. dunia cepat brubah gimana 20 ato 10 ato 5 ato brapalah, kira2 beberapa tahun k depan mungkin ga da pernikahan lg.. aduh serem… (tuhan jauh kan lah aku dr hal2 tersebut ) [-o

    Comment by virusglek_glek-glek — April 22, 2007 @ 7:58 pm

  45. sometimes love is sucks, but i love him! how??? >.

    Comment by VhieL — May 4, 2007 @ 5:34 pm

  46. PACARAN it’s not everything!!!
    We can live without it!!!
    But sometimaes,,we need it…
    Yaaah……..
    It’s a disguesting word….

    Comment by jUsT mE!! — May 9, 2007 @ 6:50 am

  47. PACARAN = PAkai CARA Nikah ;)

    Comment by DiN — May 19, 2007 @ 2:59 pm

  48. gile…opini2 kalian keren2 bgt!!! n menurut gw pacaran n dateng cuma suatu istilah to know each other.. n first step for us going to marriage,absoultly..guys, mumpung muda, puas2in dech pacaran!!!

    Comment by chia — July 4, 2007 @ 3:59 am

  49. wew nice point of view,br bisa gw liat dr sudut pandang yg l maksud,terima kasih atas opini nya lebih membuka wawasan gw lg thank u

    Comment by erichs — June 13, 2008 @ 10:01 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>