So yesterday (21/1/07) I enrolled the preliminary test for Broadcasting Development Program (BDP) from TransCorp. But, to my surprise, it turned out to be more of a publicity stunt than a decent job fair.
Sesuai dengan pengumuman, terdaftar 110.000 peserta yang mengikuti test hari Minggu kemarin di Gelora Bung Karno Senayan. That number is terribly huge, apalagi considering angka itu masih akan bertambah lagi karena test yang sama juga dibuka lagi di beberapa kota besar lainnya di seluruh Indonesia.
I know TransTV baru saja merge dengan Trans7, tapi memangnya seberapa besar sih mereka sampai perlu membuka aplikasi untuk angka lebih dari 100 ribu itu? Apalagi kemarin gue sempat dengar kabar burung bahwa slot yang tersedia adalah untuk 100-200 orang saja. Kalau rumor itu benar, then it’s outrageous!
Sekalipun kemarin diberitahukan kejutan bahwa peserta BDP yang memenuhi kriteria tertentu juga akan disalurkan ke beberapa company lainnya yang tergabung dalam Para Group (PT. Para Inti Investindo), tapi tetap saja terasa seperti usaha ala kadarnya untuk nenangin kekecewaan massa ujian preliminary tersebut.
Selain itu, sekalipun waktu pelaksanaan tidak ngaret (cukup mengejutkan), namun ternyata masih ada sejumlah acara pra-ujian lainnya, seperti marching band dan kata sambutan ini itu yang semakin menambah rasa gatal dan kesal dengan seluruh atraksi TransCorp ini. Ujian baru dimulai setelah satu jam menunggu sambil disirami terik matahari sore yang membuat udara begitu sesak.
Kedua MC sempat berulang kali mengucapkan, “Kami sangat berterimakasih dan merasa bangga dengan begitu besar animo peserta yang ingin mengikuti program ini.”
Tentu saja mereka bangga.
Mereka pantas berbangga hati karena tujuannya sudah tercapai: TransCorp kemarin dianugerahi piala rekor MURI untuk aplikasi pekerjaan dengan animo terbesar di Indonesia.
Semakin jelas semua parade, umbul-umbul, berikut perpanjangan periode aplikasi menjadi tidak lebih dari strategi untuk meraih keuntungan pribadi, baik dari segi exposure maupun prestasi yang bergengsi, yang lebih cocok diberi nama Sirkus TransCorp.
Siapa yang bertepuk tangan paling keras?
Jelas bukan 110.000 orang yang berjubel di sana.








Saya ikut ujiannya yang tahun lalu, dan saya kira saya gak pengen kembali lagi ikut ujiannya karena beberapa alasan yang menurut saya ‘enggak banget’. Tahun lalu bener2 kacau prosesnya!
Btw eskrim florian alamat lkpnya gak tau, hanya Jalan MT Haryono (mataram), tanya orang2 juga tau letaknya
Comment by Fany — January 22, 2007 @ 4:11 am
hush, udah jangan dibahas lagi, cuma nambah2in publikasi buat trans aje, males…
Comment by tessa — January 22, 2007 @ 4:49 am
gila, transcorp udah punya database 110,000 orang pencari kerja.
ngoong2, dikasih uang ganti transport kagak?…..
(ya, enggak la yaaaaa…)
Comment by dwiagus — January 22, 2007 @ 5:27 am
gw sampe saat ini masih nggak melihat manfaat apa-apa dari MURI. emang apa manfaat masa depan dari tercatatnya nama kita di MURI? termasuk apa yg dilakukan Transcorp ini. gw rasa cuma buang-buang resources aja.
Comment by JoeL — January 22, 2007 @ 7:06 am
Hihihihi…saya dah ikut test trans tv ini untuk yang ke beberapa kalinya begitu pun teman2 saya…-blush pink- duh jadi malu. makin lama makin gaya aja ya si trans ini…namun herannya kenapa saya ikut tes terus yah? wong namanya juga cari kerja…syusahnya minta ampun dah!
padahal saya sudah cukup tau luar dalam en dapurnya prusahaan media yang atu ini, berhubung ada teman di dalem juga. kerja di trans memang kurang menjanjikan bila didasarkan gaji..(bisa dibilang low standard, nguli abis) tapi untuk nimba ilmu just for one year…its okelah!
tuk tahun brikutnya…saya pensiun aja deh, klo taon ini gak jebol juga. cape di ati…hihihihi
Comment by erika — January 22, 2007 @ 8:23 am
Peter, could you share more about the kind of written tests that you had to do?
Does it contain questions similar to a program SURVEY? I suspect that this mass event is also used as a cheap way to do a viewer survey.
Comment by Yasha — January 22, 2007 @ 10:59 am
gak tertarik ah
link blog???
Comment by yonky — January 25, 2007 @ 4:51 am
Hmmm saya juga heran dengan proses seleksi macam ini.
Comment by Paman Tyo — January 25, 2007 @ 10:55 am
saya dulu pernah kerja untuk trans tv. kebetulan saya jadi penulis skenario dan dikontrak untuk 6-12 bulan. Saya nggak ngelamar Trans TV dengan cara konvensional seperti itu, saya cuma kirim port folio ke pak Ishadi SK, eh setelah itu dipanggil untuk membangun Inhouse drama pertama kali di tahun 2004. Lalu saya mulai nulis sinetron dewa dll. Wah, saya gak nyangka kalau peminat trans tv itu seratusan ribu, padahal, saya dulu cuma modal email dan ngirim penawaran portfolio. itu aja…dan saya dapat duit yang lumayan dari trans tv. swear. Saya cuma mau bilang, ada 1000 jalan menuju Roma, tapi saya mau ngambil jalan yang paling aneh, saya males bersaing dengan 100 ribu, so? saya coba berkarya dan saya tawarkan ke setiap orang yang berusaha saya kontak. Dan, tembuslah saya ke transtv untuk tahun 2004-2005. Thanks trans tv.
salam
sony set
0813 929 820 71
(maaf ini pendapat pribadi saya, mohon maklum_)
Comment by sony set — February 1, 2007 @ 3:06 pm
eh teman2 kemarin, aq jg ikutan tes, tp msh penasaran, kira2 berapa sich gaji di trans tv sebenernya???? aq sempet baca2 di blog, milist and email, katanya gajinya kisaran 1,2 jt ato 1,4 jt, bener gak sich??? kalo emang bener, namanya nyekik leher dong….di Jakarte gitu loh, kalo disolo sih segitu udah lumayan.minta infonya ya teman2. trims
Comment by catur — February 15, 2007 @ 4:51 am
TransCorp itu bukan cuma TransTV dan Trans7 aja lho..
Jangan lupa ada TransLifeStyle, dibawahnya antaralain PT.Mahagaya, pemegang lisence import dari HugoBoss, Prada, Mango, dll..
Ada Trans Food And Beverage, dibawahnya ada TransCoffee (Coffee Bean), Baskin & Robin
Ada Trans Studio (DisneyLand-nya Indonesia) yang lagi digarap di Makasar.
dan nantinya Insya4JJ akan terus bertambah untuk ekspansi di bidang Media, Entertainment & Lifestyle.
So, emang TransCorp butuh banyak SDM
Comment by Dhewe — August 5, 2007 @ 5:47 pm
yah namanya juga usaha cari kerjalah ya biarin aja napa…..walo itu dinamakan cari publikasi ato apalah…tapi kan juga membuka kesempatan pekerjaan gitu loh…yang harus disadari adalah masih ada 110 ribu orang di indonesia yang ga punya kerja…pernah terpikirkankah itu??????no wonder this country hanya gini-gini aja dari dulu…….tul ga?????????
Comment by maya — October 1, 2007 @ 10:00 am