March 29, 2008
Saya sangat menyukai storytelling. Saya senang merasa santai, membawa orang terhanyut ke dalam apa yang ingin saya sampaikan, melepaskan pilihan apakah mereka ingin terhisap masuk ke dalam pusaran pesan yang disampaikan, atau sekedar berselancar ringan di atas riak ombak cerita yang berbuih-buih.
Entah mengapa jika berbicara tentang storytelling, saya langsung terbayang dengan terutama lautan. Padahal sebenarnya saya takut dengan tebaran air yang luas karena tidak tahu caranya berenang dan dibayang-bayangi imajinasi tenggelam masuk ke kedalaman air dimana saya hanya bisa sendirian, sunyi, dan tidak mendengarkan apa-apa selain cahaya sinar yang terbias menembus permukaan air, masuk menerangi pupil saya yang terasa agak sensitif.
Bulatan matahari jadi terlihat jauh sangat besar bila Anda melihatnya dari dalam air di tingkat kedalaman tertentu. Semakin dalam, semakin jauh, semakin membesar. Seolah-olah Anda memakai lup yang didorong menjauh-mendekat dari lensa mata Anda sampai akhirnya bisa mendapatkan satu titik fokus yang tepat. Satu titik penglihatan membuat Anda merasa nyaman memperhatikan apa yang Anda perlu perhatikan, baik ketika memakai lup untuk membaca sesuatu yang kecil tersembunyi atau menggunakan ketenggelaman Anda di dalam air untuk mengamati indahnya bulatan matahari di atas sana. (more…)
December 30, 2006
Friends,
Klik gambar di samping sambil membaca entry ini.
Di penghujung tahun yang indah 2006 ini, kita telah mengumpulkan begitu banyak pengalaman dan memori yang ingin kita kenang di sepanjang hidup nanti.
Lalu bagaimana dengan tahun depan? Apa saja yang akan kamu lihat di sana? Apakah kamu akan menemukan jawaban atas segala sesuatu yang kamu cari-namun-belum-dapatkan di tahun 2006 ini?
Klik gambar untuk mengenali semua info dan potensi yang kamu butuhkan untuk menyambut kesuksesan 2007!
Have A Blast New Year,
Peter Valentino, The Mindologist
December 19, 2006
Seolah ditubruk oleh gong seukuran truk pemompa air yang biasa menyiram tanaman di sepanjang pinggir jalan protokol, pagi itu saya langsung terbangun oleh dentuman dering HP yang kebetulan terletak tepat di samping telinga saya. Matahari saja baru mengintip seperempat lekuk tubuhnya di ufuk sana, jadi menelpon seseorang pada jam seperti ini seharusnya tergolong tindakan yang ilegal.
“Peter, gue pengen tau masa depan gue! Gebetan HTS’an gue mendadak bilang mo merit bulan depan, tapi ngga pernah bilang ama gue slama ini, stress abis nih jadi pengen liat masa depan gue di kartu Tarot elo!” demikian suara cewek cempreng yang merepet tanpa perlu berhenti menarik napas.
Saya mengurut dada, menghela napas karena entah sudah berapa kali dia mengulangi kejadian seperti ini. Kamu akan mengerti mengapa sebentar lagi, karena sebelumnya saya ingin bercerita tetek bengek latar belakang yang tidak terlalu berguna -seperti biasa dilakukan novelis-novelis besar di luar sana- untuk menambah jumlah halaman dan memenuhi syarat batas karakter dari penerbitnya. (more…)
December 17, 2006
Prestige mantap!!! Nonstop surprise and twist! Setidaknya ada 5 konsep dan mekanik krusial yang jadi ‘tumbal’ exposure dalam film ini. Sayang sih, but considering hasil jadinya emang bagus, then pengorbanan mereka tidak sia-sia. Ngga kebayang juga gimana tuh scriptwriter ngembangin story dengan timeline yang serba mondar-mandir and saling ‘nyerang’ gitu, cuman yang udah nonton bisa ngerti apa maksud gue.
Since The Prestige (TP) dibuat berdasarkan buku berjudul sama oleh Christopher Priest, I wonder apakah di bukunya juga emang sepelik dan setegang itu. Biasanya film yang diadaptasi dari buku selalu dianggap kalah dan kurang menawan, tapi barusan baca kalo even si Christopher Priest sempet bilang, “I recently read Jonathan Nolan’s screenplay adaptation of the book, and although I read it in confidence I can safely say that it is an extraordinary and brilliant script. If Chris Nolan does go ahead and make TP, I have no hesitation in predicting it will be his finest movie since Memento.”
Udah sempet nonton Memento juga, and TP emang jauh di atasnya. Memento tuh kayak film indie yang fokus ama tehnik angle and storytelling tapi ceritanya sendiri ngga dibuat intriguing, sementara TP baik cerita ataupun storytelling-nya sama-sama kuat, ditambah lagi ama akting pemainnya yang memuaskan banget. Totally smart script, jadi gue pikir kudu nonton dua kali or maybe berulang-ulang untuk bisa beneran nikmatin full… apalagi setelah gue baca ada banyak diskusi yang keren seputar twist dan the real illusion of the movie, bisa diliat di forum Rotten Tomatoes.
And tagline Prestige, “Are you watching closely?” itu bener banget. Pertama, it talks about the magic itself, trus kedua tentang film nya juga. Dengan alur yang mondar-mandir dan saling twist, penonton kudu bener-bener nyimak, or bakalan lost di sana-sini dan keluar dari teater dengan perasaan gondok. My prediction, cuman dikit cewek yang bisa appreaciate, or bahkan enjoy, film ini.
September 25, 2006

Lumayan ramai pengunjung, tidak seperti dugaan gue. Tapi yang bikin seru bukan itu, melainkan stand donut J.Co yang dijual per dus setengah lusin hanya seharga 12.500! Itu bukan cuman cuci gudang, tapi udah cuci hanggar! Gile deh.
Buat yang tertarik untuk edutainment sejenis ini di event nya, silakan refer ke website gue untuk keterangan lebih detil: www.petervalentino.org.
Just a sidenote, gue ngga abis pikir kenapa banyak banget orang yang lebih percaya prediksi peluang bisnis sama fortune teller kayak gue daripada baca koran seperti Bisnis Indonesia, Kontan dan sejenisnya.
June 22, 2006
Haiz, gile dah berdebu nih blog. Sempet ragu tadi bisa gue masih inget password apa kaga, ternyata masih. Tapi karena bingung juga mo update apa cos lagi in the middle of something, so kasih barang donlotan aja ah, sekalian buat nyimpen link.
“Andrew Mayne presents an ebook filled with 50 different ways to use your magic skills and enthusiasm to make money. Whether you’re a beginner or a pro, there’s useful information for you that can help you think about different ways in which you can make magic pay.
* Make money at street magic without working for tips
* Find the out the number-one way to get bookings
* Have your own theatre show without going to Vegas
And more!!! You’ll learn secret tips that maximize your ability to book shows and create other magic related services. This book is filled with inside information and insights that will radically change the way you look at magic.”
Link buat donlot. Jaga baik-baik ya…
February 28, 2006

Time - Wednesday, 22 February 2006, 19.00 - 21.30
Location - Paprika Restaurant, Wahid Hasyim No. 55A
Clients served - at least 40
As I expected, the participant in the fortunetelling booth were really enthusiastic that I don’t have time to walk around the room for strolling-readings. Starting at 7.20pm as the MC voiced their welcome, the fortunetelling booth had already packed with 8 people line. Superb.
The booth ended somewhere at 9.30pm, without no breaks whatsoever, totalling of 2hours10minutes, or 30minutes longer than the agreement with event organizer. The total visitors for the booth were up to 40 people, 90% of them were ladies. I can say that last night was one of the most extra-throttled corporate service I’d ever given so far, especially since I had to compete with the extreme sound system coming from my behind. I needed to shout for the whole session, so it was like more to yelling than giving counsels.
September 22, 2005
It felt really good yesterday when I succesfully did unrehearsed new magic routines with a friend. But it got even better as at the end of it, gue mendadak came up with an effect yang muncul dari tantangan, something yang selama ini gue selalu cleverly decline dengan ngelanjutin ke efek lain.
I have to admit selama ini gue selalu coba untuk kendaliin setiap aspek performance sedetil-detilnya sampe kayaknya berasa jadi agak tumpul, cos gue ngga pernah mau nanggepin challenge dari people I perform for. I control the pace, the words, even the spectator to make sure everything goes right.
Ngga mau kasih kesempatan sedikit pun bagi si penonton untuk bergerak bebas, or bahkan berpikir untuk dirinya sendiri. Gue yang ngerjain semuanya untuk mereka, I even give them my thoughts supaya mereka ngga perlu berpikir lagi dan jadi konsentrasi untuk ngeliat pertunjukan gue aja.
But that day, it was a complete new story. Setelah berhasil mainin satu efek yang baru disusun malem sebelummya, the girl went straight for a challenge. She handed me a tissue sheet and asked, “Change this into money..” which I did instantly.
A jazzy transformation of tissue paper to 1000 rupiah bill.
I was as much surprised as her.
Efek itu got better reaction that the one yang emang udah gue siapin. Wow! Gue selama ini sering ngomong, even ngajarin, tentang ‘impromptu magic’, tapi kayaknya baru kali ini beneran gue ngelakuinnya in its hardcore fashion. Respond to challenges. The thrill of thinking on your feet.
Mo nyoba lagi ah lain kali.
Anyways, the routines were:
1. A three phase card sandwich effect.
2. A card transpo effect I forgot the title from Ellusionist.
3. Impromptu tissue to bill, based on Slydini’s Paper Flight.
Oh ya, any idea how this is done?
August 19, 2005

Gue masih inget dua tahun yang lalu pertama kali denger nama
David Blaine. People were crazy about him. Setiap kali ada diskusi yang nyerempet ama sulap, pasti ada aja yang nyebut nama David Blaine dan seri
Street Magic-nya. Katanya sih tuh Street Magic udah diputer berkali-kali di TV lokal, tapi anehnya gue selalu kelewatan, so cuman bisa baca review and obrolan orang-orang doang. Singkat cerita gue dah ketinggal berita banget deh, padahal dari kecil dah maniak ama yang gitu-gituan. Baru setahun yang lalu akhirnya nemu semua DVD Street Magic di Glodok. That guy rocks.
(more…)
July 25, 2005
Lagi di kamar browse OC when kedengaran suara TV di ruang tamu, someone yang give psychic readings to people. Awalnya gue pikir itu orang lagi di wawancara, tapi lama-kelamaan kok gue makin kenal gitu ‘pattern’ yang dia omongin. Plus lagi ‘gestures’ omongannya berasa bukan obrolan biasa. Setelah gue dengerin dia ngomong apa, langsung gue lompat keluar and nonton.
Yup, jadi itu acara reality show hidden cam gitu. Segmennya kali ini tentang seorang psychic yang bisa profiling gitu. Hidden cam nya tempel di kacamata, jadi kita bisa nonton muka spectator dengan jelas. Ada yang kaget, geleng-geleng kepala, bingung, senyum, takut dsb. Seru juga idenya. Jadi kepikiran pengen nyoba juga cos selama ini reaksi orang-orang kalo lagi gue profile tuh keren-keren, especially yang cewe. Well, sebenernya semua cewe sih, ngga pernah gue profile cowo, males. Hahahaha..
Ini contoh satu cam yang keren banget, tapi harganya ngga manusiawi, $3420. Ada sih yang lokal punya cuman 400rb, tapi gue ngga yakin ama kualitasnya, and juga ngga keren. I sent Sapto’s first magic effect this afternoon. Maybe I should charge him for that to get some money..
June 17, 2005
This is by far the best optical illusion I found in the net. Other similar illusions jadi keliatan super basi, especially yang gambar cewemuda/cewetua, orangindian/eskimo, berapa jumlah kaki gajah, etc itu.
Take a look a this image.
Would you believe me if I said that Kotak A dan Kotak B itu sebenernya memiliki warna abu-abu yang sama?
Ngga mungkin banget kan?
Well, your eyes really fool you.
They’re indeed the same color box.
Gue udah baca penjelasannya pun, tetep ngga bisa percaya that itu emang warna yang sama. Sumpah. Silakan baca sendiri deh penjelasan dan buktinya. Kalo mau lebih banyak lagi kegilaan begituan, browse aja links lainnya di web tuh orang.
Gue jadi semakin semangat ceramah ke orang-orang tentang konsep magic, perception dan human mind. Go spread this entry to every person in your lame blog plugs, suruh berduyun-duyun dateng ke ke blog gue. Gue sengaja bakalan ngga update berhari-hari supaya bisa nyedot banyak hit dan lebih banyak lagi. I’m going to make this the most popular Indonesian blog of the month!
*evil sneers*
Mwahahaha..