Pagi tadi, jam 9.30…
Stelah slesai, dipaksa untuk nyelup jari ke tinta supaya ngga vote lagi. Brengsek, tau gitu gue skalian tusukin lebih banyak lagi plus tambahin lobang-lobang korek api.
Pagi tadi, jam 9.30…
Stelah slesai, dipaksa untuk nyelup jari ke tinta supaya ngga vote lagi. Brengsek, tau gitu gue skalian tusukin lebih banyak lagi plus tambahin lobang-lobang korek api.
Phone pranks adalah humor nakal dalam bentuk nelpon dan ngerjain orang yang angkat telpon. Konyol-konyol banget, tapi sejauh ini yang gue denger cuman terbatas di negara-negara Barat dan sekitarnya. But tadi malem akhirnya nemu ada yang versi lokal juga, ahahaha! Ngga fully bikin ketawa ngakak sih, but it was already a huge effort. Kocak dan kena bikin gondoknya. Gue yakin kalo banyak orang yang tau soal beginian, pasti bakalan mancing tingkah dan produk-produk yang lebih canggih lainnya dalam waktu dekat. So, demi mendorong dunia komedi Indonesia, silakan di donlot dan sebarin lagi. Thanks to somebody dari milis WarGa yang ngasih URL-nya kemaren: Phone Prank - Customer Servive Indosat M3.
Dapet dari Kapanlagi.com, kocak dan interesting.
Fakta-fakta dari seorang Bill Gates:
1. Bill Gates menghasilkan US$250 setiap detiknya, itu sekitar US$20 juta sehari dan US$7,8 milyar setahun!
2. Jika dia menjatuhkan US$1.000, dia bahkan tidak perlu repot-repot lagi untuk mengambilnya kembali karena sama dengan waktu 4 detik untuk mengambil, dia sudah memperoleh penghasilan dalam jumlah yang sama.
3. Utang nasional Amerika sekitar US$5,62 trilyun, jika Bill Gates akan membayar sendiri utang itu, dia akan melunasinya dalam waktu kurang dari 10 tahun.
4. Dia dapat menyumbangkan US$15 kepada semua orang di dunia tapi tetap dapat menyisakan US$5 juta sebagai uang sakunya.
5. Michael Jordan adalah atlit yang dibayar paling mahal di Amerika. Jika dia tidak makan dan minum dan tetap membiarkan penghasilannya utuh dalam setahun sejumlah US$30 juta, dia tetap harus menunggu sampai 277 tahun agar bisa sekaya Bill Gates sekarang.
6. Jika Bill Gates adalah sebuah negara, dia akan menjadi negara terkaya sedunia nomor ke 37 atau jadi perusahaan Amerika terbesar nomor 13, bahkan melebihi IBM.
7. Jika semua uang Bill Gates ditukarkan ke dalam pecahan US$1, kita dapat menyusunnya menjadi jalan dari bumi ke bulan, 14 kali bolak balik. Tapi jalan itu harus dibuat non stop selama 1.400 tahun dan menggunakan total 713 buah pesawat Boeing 747 untuk mengangkut semua uang itu.
8. Bill Gates sekarang berumur 40 tahun. Jika kita mengasumsikan dia dapat hidup 35 tahun lagi maka dia harus membelanjakan US$6,78 juta per hari untuk menghabiskan semua uangnya sebelum dia pergi ke surga.
9. Tapi! Jika pemakai Microsoft Windows dapat mengklaim US$1 untuk setiap kali komputernya hang karena Microsoft Windows, Bill Gates akan segera bangkrut dalam waktu 3 tahun!
Hahaha, bener banget tuh, especially Windows Vista which I think is plain stupidity.
Gue ngga ngerti kenapa M$oft berani ngeluarin produk sampah beginian. Gue skarang lagi pake notebook baru, Toshiba Portege M500 dengan Intel Core 2 T5600. Speed ngga pernah jadi masalah, tapi program selalu hang not responding. Misalnya barusan gue lagi pake Photoshop, trus coba browse pictures pake ACDsee tiba-tiba jadi hang photoshopnya, menyusul ACDsee, lalu terakhir Explorer. Tadi malem juga, lagi asyik-asyik ngetik di M$Word, trus tiba-tiba hang gara-gara gue buka Explorer untuk browse Flashdisk. Kesempatan lain, hang ketika lagi mo ngeburn pake Nero.
Yang bikin lebih parah, sekalipun udah coba di force close via Task Manager, tetep aja ngga mau nutup, loading entah nunggu apaan. WTF!
Blum lagi terlalu banyak Windows Alert Notification tiap kali pengen Delete, Open New Application, and even Cut-Paste file ke directory lain.
This is madness.
Belakangan makin rame aja orang yang recommend film ini, so akhirnya gue penasaran and donlot cos ngga bisa nemu di lapak DVD.
Dan ternyata cukup bagus …
… for a spiritual documentary movie.
Dengan presentasi dan spirit ala film What The Bleep (in fact ada beberapa same speaker featured in that movie), The Secret berbicara tentang the so-called ‘Law of Attraction’ yang simply says “When you visualize, you materialize,” and “You get what you focus on.”
But sayangnya, that kind of principle buat gue pribadi udah classic and cheesy banget so nontonnya ngantuk-bosen gitu, though mungkin juga karena gue nontonnya jam 6.30AM. It failed to convince me that whatever message its trying to pull is more than a self-help industry crap which had already been redundantly repeated and repackaged in our modern times.
Though my current line of profession(s) is also part such Feel-Good Inc., but I’m fully aware the bullsh*t nature of my own counsels and, more often than not, expose the weakspots / fallacy right after the service is given in order to nullify the blind-obedience effect. Where can I find that in movie? Nowhere. It’s not meant for creating a healthy balanced mind; it’s meant for conversion.
The movie shamelessly spots our crave for Easy-One-Size-Fits-All Answer yang bisa unlock the kind of life we always wanted, i.e. healthy, wealthy, being successful, etc. It offers a good banter, counter-response explanation, description, the whys and howtos of such ultimate revelation would be able to help our life, but it never addresses whether or not there is only one grand-ultimate answer in the first place.
All in all, it’s a mediocre movie with questionable science and embarrassingly huge amount of snake-oil charms.
So yesterday (21/1/07) I enrolled the preliminary test for Broadcasting Development Program (BDP) from TransCorp. But, to my surprise, it turned out to be more of a publicity stunt than a decent job fair.
Sesuai dengan pengumuman, terdaftar 110.000 peserta yang mengikuti test hari Minggu kemarin di Gelora Bung Karno Senayan. That number is terribly huge, apalagi considering angka itu masih akan bertambah lagi karena test yang sama juga dibuka lagi di beberapa kota besar lainnya di seluruh Indonesia.
I know TransTV baru saja merge dengan Trans7, tapi memangnya seberapa besar sih mereka sampai perlu membuka aplikasi untuk angka lebih dari 100 ribu itu? Apalagi kemarin gue sempat dengar kabar burung bahwa slot yang tersedia adalah untuk 100-200 orang saja. Kalau rumor itu benar, then it’s outrageous!
Sekalipun kemarin diberitahukan kejutan bahwa peserta BDP yang memenuhi kriteria tertentu juga akan disalurkan ke beberapa company lainnya yang tergabung dalam Para Group (PT. Para Inti Investindo), tapi tetap saja terasa seperti usaha ala kadarnya untuk nenangin kekecewaan massa ujian preliminary tersebut.
Selain itu, sekalipun waktu pelaksanaan tidak ngaret (cukup mengejutkan), namun ternyata masih ada sejumlah acara pra-ujian lainnya, seperti marching band dan kata sambutan ini itu yang semakin menambah rasa gatal dan kesal dengan seluruh atraksi TransCorp ini. Ujian baru dimulai setelah satu jam menunggu sambil disirami terik matahari sore yang membuat udara begitu sesak.
Kedua MC sempat berulang kali mengucapkan, “Kami sangat berterimakasih dan merasa bangga dengan begitu besar animo peserta yang ingin mengikuti program ini.”
Tentu saja mereka bangga.
Mereka pantas berbangga hati karena tujuannya sudah tercapai: TransCorp kemarin dianugerahi piala rekor MURI untuk aplikasi pekerjaan dengan animo terbesar di Indonesia.
Semakin jelas semua parade, umbul-umbul, berikut perpanjangan periode aplikasi menjadi tidak lebih dari strategi untuk meraih keuntungan pribadi, baik dari segi exposure maupun prestasi yang bergengsi, yang lebih cocok diberi nama Sirkus TransCorp.
Siapa yang bertepuk tangan paling keras?
Jelas bukan 110.000 orang yang berjubel di sana.
Klik gambar di samping sambil membaca entry ini.
Di penghujung tahun yang indah 2006 ini, kita telah mengumpulkan begitu banyak pengalaman dan memori yang ingin kita kenang di sepanjang hidup nanti.
Lalu bagaimana dengan tahun depan? Apa saja yang akan kamu lihat di sana? Apakah kamu akan menemukan jawaban atas segala sesuatu yang kamu cari-namun-belum-dapatkan di tahun 2006 ini?
Klik gambar untuk mengenali semua info dan potensi yang kamu butuhkan untuk menyambut kesuksesan 2007!
Have A Blast New Year,
Peter Valentino, The Mindologist
Seolah ditubruk oleh gong seukuran truk pemompa air yang biasa menyiram tanaman di sepanjang pinggir jalan protokol, pagi itu saya langsung terbangun oleh dentuman dering HP yang kebetulan terletak tepat di samping telinga saya. Matahari saja baru mengintip seperempat lekuk tubuhnya di ufuk sana, jadi menelpon seseorang pada jam seperti ini seharusnya tergolong tindakan yang ilegal.
“Peter, gue pengen tau masa depan gue! Gebetan HTS’an gue mendadak bilang mo merit bulan depan, tapi ngga pernah bilang ama gue slama ini, stress abis nih jadi pengen liat masa depan gue di kartu Tarot elo!” demikian suara cewek cempreng yang merepet tanpa perlu berhenti menarik napas.
Saya mengurut dada, menghela napas karena entah sudah berapa kali dia mengulangi kejadian seperti ini. Kamu akan mengerti mengapa sebentar lagi, karena sebelumnya saya ingin bercerita tetek bengek latar belakang yang tidak terlalu berguna -seperti biasa dilakukan novelis-novelis besar di luar sana- untuk menambah jumlah halaman dan memenuhi syarat batas karakter dari penerbitnya. (more…)
Currently reading this one, a very strong and fistful book talking about the impossibility of God and attacking the use of religion. Sebenernya cuman iseng pengen ngeliat kata pengantarnya aja, cos buku ini mendapat banyak rekomendasi dari kelompok-kelompok atheis dan ilmuan. Tapi ketika baca preface itu, jadi intrigued banget untuk ngelanjutin. Si Richard Dawkins beneran bisa nge-hook reader untuk tertantang baca. Especially ketika dia ngutip ucapan Robert M. Pirsig, ‘When one person suffers from a delusion, it is called insanity. When many people suffer from a delusion it is called Religion.’ BAM!
I’m not an atheist, but gue bisa relate banget sama argumen si Richard. Kalo ngikutin term yang dia buat di chapter dua, then I’m a De Facto Theist. These days religion jauh lebih menyusahkan daripada yang seharusnya. Susah banget untuk bisa ngeliat kalo setiap aturan kerohanian itu, dalam agama apapun, sebenarnya bermaksud untuk membuat kehidupan manusia jauh lebih baik, especially di Indonesia yang masih so Dark Ages. Udah gitu, keadaan masih diperparah lagi ama sejumlah aktor yang pengen menjadikan agama sebagai landasan negara. Mampus deh..
Sekarang ini di RCTI lagi ada sinetron bernuansa kristiani, cukup mengejutkan dan gue pikir baru pertama kali. Mungkin ini adalah salah satu dari serangkaian sepak terjang awal untuk ‘membalas’ semua tayangan islami yang selama ini membabi-buta di nyaris semua saluran TV swasta. Semangat agama untuk bersaing dan menjadi yang terpopuler, terbaik, dan terutama. Please deh, dimana lagi show tentang ilmu pengetahuan yang bermutu kayak jaman dulu, Contact dan Beyond 2000?
Tempo hari gue udah nulis entry soal Xplor Unlimited Internet dari PowerKlik, skarang update-nya.
Gue udah pake nyaris sebulan dan sama sekali ngga ada peningkatan dari report gue tempo hari. Yah skarang udah jadi terbiasa sih, ngga berasa lelet-lelet amat, tapi tetep aja yang namanya upload tuh susahnya setengah mati.
Trus barusan aja dapet kabar baru. Kalo ngga dikasih tau ama temen yang ngecek web PowerKlik karena emang pengen apply, gue ngga bakalan tau ada banyak perubahan di sana, mulai dari sistem paket sampe cara pembayaran. Asli gue ngga ngerti mereka ngomong apaan. Nulis press release acak kadut gitu, ngga ada titik koma.
Totally geblek tuh perusahaan!
Jadi buat yang tertarik untuk apply Xplor Unlimited Internet ini, LUPAIN AJA DEH!
Tapi yang udah terlanjur pake, nih ada beberapa komentar kocak dari sesama pelanggan yang gue ambil dari forum Sijiwae. Lumayan lah buat ngerasa senasib sepenanggungan.
Seorang dari purworejo datang kesaya mengembalikan kit Power Kliknya (karena dia beli lewat saya). Dengan muka kecut dia tanya, “Ada yang lebih lambat dari PowerKlik ngga?” Saya jawab, “Yang gratis dan cepat banyak, tapi yang mahal dan lambat hanya PowerKlik!” source
BUYASA NGEJAK GUYOOOOOOOONNNNNNN!!! WAKAKAKAKA KAKAKAKAKAKA KAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKA
ADA JUGA BANDWITH YANG DINAIKIN (BARU BOLEH-BOLEH AJA HARGA NAIK)
EH INI HARGA NYA YANG DINAIKIN, BANDWITHNYA TURUN!!!TEORI EKONOMI DARI MANA TUUUUUUUHHH??? PAK PITOYO???? WEKEKEKE
OM BUYASA…NO BRAIN INSIDE YA……??????
WAKAKAKAKAKAKAKAKA!!! source
Nda aku ra masalah nek kowe mbelani buyasa. Mungkin kowe yo sedulure PITOYO opo DANDAN. Tapi nek kowe iso mbuktikke omonganmu koneksi minimal nganti 33,5kbps - 52,6kbps KETHOK DRIJIKU SU!!! Yo ketemu neng areamu buktikke omonganmu nek kowe sing selak tak KUETHOK GULUMU pie??? source
Yang terakhir ini I ABSOLUTELY HAVE NO IDEA dia ngomong apaan, tapi keliatannya seru and kocak. Hahahaha!
PowerKlik, PT. Buyasa, Xplor XL, mati aja deh kalian…
Review penggunaan Xplor Corporate - Unlimited GPRS dari PowerKlik.
Lokasi
Kemanggisan - Slipi - Jakarta Barat
Handset
Nokia 6100, koneksi via infrared ke notebook Toshiba dengan Pentium4.
Bar sinyal XL
Selalu full
Kecepatan max internet
Gue tes dengan donlot sebuah file pake software downloader, speed maximumnya adalah 4,8Kbps, average speed 3,0Kbps. Kalaupun spike cuman sampe ke 5,2Kbps, ga mungkin lebih.
Download timer
596Kb ~ 4 menit
2,11Mb ~ 37 menit
4,64Mb ~ 47 menit
Browsing
Mozilla Firefox 1.5 ~ Ini primary browser saya, sangat lambat. Kalau buka 4 tab / site bersamaan, sering idle and stuck.
Opera 9 ~ terasa sedikit lebih nyaman daripada Firefox, jarang stuck, speed juga seperti bertambah sedikit.
Chatting
YahooMessenger ~ Bagus, minim lag.
Secara umum koneksi bertahan berjam-jam walaupun lambat setengah mati, tapi kendala utama adalah sering idle selama beberapa menit. Chatting bisa tetap jalan, tapi browse mati total. Kalau sudah seperti ini, harus restart connection.
Beberapa waktu yang lalu saya sempat menjadi pelanggan Matrix Unlimited yang jumlah pelanggan sudah keterlaluan banyaknya, tapi speed tetap terjaga di 6 - 9 Kbps.
Dibandingkan dengan Xplor Corporate Unlimited yang secara prosedur aplikasi lebih rumit daripada Matrix Unlimited (sehingga jumlah pelanggan tidak membludak), seharusnya Xplor memiliki kelebihan dalam hal speed.
Tapi yang terjadi malah kebalikannya.
Layanan XL Corporate ini benar-benar memalukan.
A very cruel joke.
Huah dah lama banget ngga update. Baru baca forward’an artikel, It Turns Out Money Can Buy Love, After All, jadi keinget entry gue dua tahun yang lalu. Repost aja deh..

I hate Valentine’s Day. It’s a fad. A globalized whoring time where we are supposed to spoil our beloved ones with dramatized manner. Orang bilang VD itu kesempatan buat ngerayain cinta, but apa enaknya sih ngerayain dengan cara yang sama? Love should be special, tapi apanya yang spesial kalo ternyata di seluruh dunia orang lagi bergombal-gombal ria juga? Doh!
Love doesn’t need any special day, kalaupun mau ada, ya mungkin jauh lebih baik itu adalah hari waktu jadian or married dulu. Hari itu jauh lebih berkenang dan memang ada maknanya yang patut dirayakan. Bukannya intermezzo cinta selama 24 jam dimana situasi diatur supaya bermakna seperti yang diajarkan tradisi VD selama ini! That’s not a celebration. That’s a terrible disrespect to the wonderful meaning of love!
Moreover, VD playes another money game in forms of fancy suits, chocos, books on love and relationship, flowers, Kodak, heart balloons, romantic SMS, postcards, dinner, pair necklace/earring/wristband/etc, teddy bears, and any other things with kinky pinky lines. Semuanya harus berhubungan dengan merogoh dompet jauh lebih banyak daripada hari-hari biasanya. Gue sering denger ada orang bilang, “Valentine kan ga perlu ngasih hadiah mahal-mahal. Yang penting kan romantisme give and take nya..” Yeah right! *rolls eyes*
So what is VD? VD is the matrix, a systemic mind program built to simulate a perfect 24 human hours time for transfigurating the consequence of the grotesqueries imperfection of love inherent in every human actions throughout the whole 364 days. While this program functioned, it is fundamentally flawed, thus creating the otherwise contradictory systemic abuse to the free-will of every human couple. Those that refuse the VD program would constitute an escalating probability of feeling unworthiness and incompleteness in their love life. Ergo, failure to comply with this program will result in a cataclysmic decline of intimacy, coupled with the extermination of belongness, that will result in the extinction of the whole ongoing relationship.
Nah tuh, gue juga pusing ngarangnya. XD Pendeknya, Valentine’s Day adalah budaya semata yang lebih memperbudak manusia daripada memberikan kesenangan. Love is about you and your lover, so just keep it that simple. You don’t need to invite St. Valentine and other pinky gadjets to add to your party of love. Don’t celebrate Valentine’s Day. Just celebrate your love.
Btw, please email me before posting/using this tshirt design elsewhere.

It’s been two years, and there have been a lot of changes, especially tahun ini. Tapi tetep aja pandangan gue tentang Valentine ngga berubah.
TG kekal selama-lamanya. Huahahaha..
Time for good reading. Just uploaded some useful ebooks to my long lost server. They’re password-protected zip format, just enter ‘ www.petervalentino.org ‘ (without the colon) to extract.
It’s already a common knowledge that cowok paling ngga doyan basa-basi. We like to say what we have in mind in the straightest, most logical way, tanpa ada berputar kesana-kemari.
Kalaupun sedang ingin berpanjang lebar, umumnya kita sebagai cowok tetap mampu mempertahankan keutuhan ide pernyataannya. It’s either induction or deduction argument. Terpola dan tajam.
Kita mungkin tidak sadari, tapi most of the time kita menggunakan bahasa-bahasa yang minim imajinasi, minim warna, minim karikatur, minim ekspresi, dsb.
Face it, guys, growing as male usually equals to growing dull. (more…)
Gue dah pake beberapa bulan, and it’s very fun and convenient. Ngga perlu repot-repot lagi ngunjungin websites yang punya dynamic content, especially since koneksi gue emang dodol abis, jadi kalo load those webs satu persatu bakalan makan berjam-jam.
Sementara pake RSS reader, gue rata-rata ‘nelen’ tiap harinya 50-100 updates dari puluhan websites, and they’re all only a click away and done under one hour. Yay, hidup teknologi..
And kmaren ini gue liat Google ngeluarin RSSreader-nya, tapi gue ngga tau itu software ato web-based. Maybe ada yang bisa kasih tau review or kelebihannya gitu. Untuk sementara, gue dah puas pake FeedDemon 1.5, setelah awalnya pake Newsgator yang online-based gitu.
Kalo ada yang blon tau sama sekali what the hell is RSS dan males baca yang bahasa Inggris, silakan liat penjelasannya dari si Enda. Cukup jelas kok di sana. Take your time to read and try it out lah, dijamin ngga bakalan nyesel. Gue aja bingung kenapa terlambat banget baru make use of the RSS technology beberapa bulan ini.
First of all, I’d like to thank you guys yang udah take time bantuin isi survei singkat tempo hari. Kalo ada yang belon ikutan, ngga ada istilah terlambat, hit them here..
Okay, onto the subject, beberapa hari yang lalu temen ngasih info kalo di Indo ternyata udah berkembang komunitas Baha’i, sebuah religious group yang lahir tahun 1844 di Iran.
Gue dulu pernah baca salah satu buku yang preaching about it, Thief in The Night, waktu jaman SMP kalo ngga salah.
Jadi ketika ratusan ribu anak-anak ingusan dengan celana pendek birunya lagi sibuk berusaha nulis something cool lewat isi dan tuker-tukeran diary, gue asyik ngebacain tentang sebuah agama baru yang jauh lebih civilized daripada tiga pilar agama dunia yang usianya dah ratusan tahun itu, namely Islam, Christianity, dan Jew.
Agama gado-gado, kalo gue mau simpulin pendek. Pokoknya berasa asyik gitu, cos semua nabi-nabi, dewa-dewi, dan bermacam-macam tuhan yang ada di seluruh agama dunia itu digambarkan sangat bersahabat di sana. It’s all about peace, love, and brotherhood.
So utopian. So surreal.
Gue ngga promote Baha’i at all, cos gue juga punya banyak keberatan terhadap mereka. I’m just saying that we should be ashamed of them. Even sekte Rabolu dan Hercolubus-nya masih jauh lebih peaceful (tho not automatically makes sense) daripada agama-agama major.
Fellow moslems and christians, stop fucking yourself, stop fucking others!
*I have to stop here, else it would turn ugly*